Gainers-Losers Sesi II

Saham BBYB-BABP Jawara, BUKA & Duo Lippo Nyungsep

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 October 2021 16:10
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten perusahaan ritel telepon seluler (ponsel) PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan emiten bank Grup MNC PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) bercokol di daftar top gainers pada perdagangan hari ini, Senin (18/10/2021).

Sementara, saham dua emiten Grup Lippo, pengelola Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan sang induk PT Multipolar Tbk (MLPL), bersama saham e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi saham 'pecundang'.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat hari ini, melanjutkan tren kenaikan dalam 4 hari terakhir. IHSG naik 0,38% ke posisi 6.658,769 pada penutupan sesi II perdagangan Senin (18/10).


Menurut data BEI, 324 saham terapresiasi, 186 saham terdepresiasi dan 159 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 15,78 triliun dan volume perdagangan mencapai 24,19 miliar saham.

Di tengah penguatan ini, investor asing pasar saham masuk ke bursa domestik dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 996,35 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 30,01 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (18/10).

Top Gainers

  1. Cahayaputra Asa Keramik (CAKK), saham +10,71%, ke Rp 93, transaksi Rp 12,3 M

  2. Bank Neo Commerce (BBYB), +10,61%, ke Rp 1.355, transaksi Rp 128,4 M

  3. Erajaya Swasembada (ERAA), +10,00%, ke Rp 660, transaksi Rp 245,7 M

  4. Bank MNC Internasional (BABP), +9,02%, ke Rp 266, transaksi Rp 102,1 M

  5. Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), +8,00%, ke Rp 54, transaksi Rp 58,3 M

Top Losers

  1. Triniti Dinamik (TRUE), saham -6,96%, ke Rp 214, transaksi Rp 63,8 M

  2. Matahari Putra Prima (MPPA), -6,35%, ke Rp 590, transaksi Rp 58,5 M

  3. Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP), -3,82%, ke Rp 302, transaksi Rp 24,7 M

  4. Bukalapak.com (BUKA), -3,42%, ke Rp 705, transaksi Rp 189,1 M

  5. Multipolar (MLPL), -3,23%, ke Rp 360, transaksi Rp 163,4 M

Saham ERAA melesat 10,00% ke Rp 660/saham, rebound dari koreksi 1,64% pada Jumat pekan lalu.

Sebelumnya, pada pekan keempat September lalu, beredar kabar di kalangan pelaku pasar, perusahaan e-commerce milik Grup Djarum, Blibli sedang dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi saham Erajaya dengan harga di kisaran Rp 800 sampai Rp 850 per saham.

Menanggapi kabar tersebut, Corporate Communications Erajaya Group, Djunadi Satrio mengungkapkan kepada CNBC Indonesia, Senin (21/9), pihaknya menolak berkomentar lebih lanjut mengenai rumor akuisisi tersebut.

Sementara, saham BABP menguat 9,02% ke Rp 266/saham, melanjutkan kenaikan pada 2 hari terakhir. Dalam sepekan, saham BABP naik 1,53%, sementara dalam sebulan ambles 17,39%.

Kabar teranyar, BABP menggandeng perusahaan platform pay later PT Artha Dana Teknologi (Indodana) untuk memperluas akses keuangan kepada masyarakat.

Pada Kamis (14/10) pekan lalu, BABP telah dilakukan Penandatanganan Kerjasama Penerusan Pemberian Fasilitas Pinjaman (channeling) antara BABP dengan Indodana.

Berbeda, saham MLPL turun 3,23% ke Rp 360/saham. Dalam 12 hari terakhir, saham MLPL melemah 11 kali dan hanya sekali menghijau, yakni pada Rabu (13/10) pekan lalu.

Seperti sang induk MLPL, saham MPPA juga anjlok 6,35% ke Rp 590/saham. Dalam 12 hari belakangan, saham MPPA juga sudah merosot 11 kali dan sekali menguat, yaitu pada Kamis (14/10) minggu lalu.

Saham BUKA pun melemah 3,42% ke Rp 705/saham.

Dalam 12 hari perdagangan terakhir, saham BUKA hanya menghijau 2 kali dan 10 kali melemah. Alhasil, dalam sepekan saham BUKA ambles 10,19%, sedangkan dalam sebulan merosot 16,57%.

Kabar terbaru, Bukalapak akan menyelenggarakan agenda paparan publik daring (virtual public expose) pada Selasa esok (19/10), pukul 09.00 sampai 10.30 WIB.

Adapun public expose BUKA terdiri dari 3 agenda utama, yakni, pertama, perkembangan terkini atas bisnis perseroan dan entitas anak yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara signifikan.

Kedua, analisa manajemen perseroan atas hal-hal yang dapat menjadi penyebab turunnya harga saham perseroan. Ketiga, hal-hal lain yang bersifat material dan mempengaruhi keputusan investasi pemegang saham atau publik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading