Kala IHSG Melesat Sepekan, Saham Ini Boncos Lebih Dari 20%

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
16 October 2021 19:00
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini terpantau melesat lebih dari 2%. IHSG juga berhasil menembus level psikologis 6.600 hanya dalam tiga hari saja. Bahkan, IHSG pada pekan ini nyaris menyentuh level tertingginya yang pernah dicapai pada tahun 2018 silam.

Melansir dari Refinitiv sepanjang pekan ini, indeks bursa saham acuan nasional tersebut melonjak 2,34% secara point-to-point. Meski pada perdagangan Jumat (15/10/2021) kemarin IHSG cenderung mulai melambat, namun IHSG tetap berhasil ditutup menguat 0,11% dan bertahan di level psikologis 6.600, yakni di level 6.633,34.

Selama sepekan, nilai transaksi IHSG mencapai Rp 87,25 triliun. Investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) hingga mencapai Rp 5,15 triliun di pasar reguler, sedangkan di pasar tunai dan negosiasi, asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 378 miliar. Sehingga jika ditotal, maka asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 4,77 triliun pada pekan ini.


Di tengah masih berlangsungnya reli IHSG pada pekan ini, beberapa saham malah menjadi top losers pada pekan ini. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), enam saham yang menjadi top gainers pada pekan ini, rata-rata mengalami pelemahan lebih dari 20%.

Berikut daftar saham yang menjadi top losers pada pekan ini.

Top Losers Sepekan

Di posisi pertama terdapat saham emiten jasa perhotelan yakni PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) yang terpantau ambles nyaris 30% atau lebih tepatnya 29,28% ke level Rp 640/unit pada pekan ini, dari sebelumnya pada pekan lalu di level Rp 905/unit.

Padahal pada pekan lalu, saham PNSE sempat memimpin top gainers. Belum diketahui mengapa saham PNSE menjadi top losers pada pekan ini.

Namun sepertinya, investor yang merealisasikan keuntungannya di saham PNSE menjadi penyebab saham perhotelan tersebut menjadi saham top losers pertama pada pekan ini, mengingat pada pekan lalu harganya meroket lebih dari 150%.

Selanjutnya di posisi kedua terdapat saham emiten penyedia solusi software ERP (Enterprise Resource Planning), yakni PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) yang anjlok 24,58% ke level Rp 356/unit, dari sebelumnya pada pekan lalu di level Rp 472/unit.

Saham RUNS merupakan saham yang baru melantai di bursa pada awal September lalu atau setidaknya baru diperdagangkan sekitar sebulan.

Sementara di posisi ketiga diduduki oleh saham emiten perdagangan besar aspal, geosintetik dan bungkil kedelai yakni PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) yang ambles 23,95% ke posisi harga Rp 181/unit, dari sebelumnya pada pekan lalu di harga Rp 238/unit.

Pada Selasa (12/10/2021) lalu, saham AYLS sempat masuk dalam efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus.

Sebelumnya pihak Bursa juga telah menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 203 miliar ini mulai perdagangan sesi I tanggal 22 September 2021 lalu di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Artinya saham ini telah disuspensi dalam 14 hari perdagangan bursa.

Suspensi tersebut dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan di mana data BEI mencatat, sebelum dihentikan sementara perdagangannya, saham AYLS melesat 65% sepekan, dalam sebulan naik 214%, dan 3 bulan melejit 171%.

Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 21 Mei 2010 dan mulai melantai di bursa pada 12 Februari 2020 dengan melepas 30,31% saham dan berhasil mengumpulkan dana IPO sebesar Rp 25,87 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading