Wah Mantap! Dalam Sepekan Saham Ini Cuan 140% Lebih

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
16 October 2021 19:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini terpantau melesat lebih dari 2%. IHSG juga berhasil menembus level psikologis 6.600 hanya dalam tiga hari saja. Bahkan, IHSG pada pekan ini nyaris menyentuh level tertingginya yang pernah dicapai pada tahun 2018 silam.

Melansir dari Refinitiv sepanjang pekan ini, indeks bursa saham acuan nasional tersebut melonjak 2,34% secara point-to-point. Meski pada perdagangan Jumat (15/10/2021) kemarin IHSG cenderung mulai melambat, namun IHSG tetap berhasil ditutup menguat 0,11% dan bertahan di level psikologis 6.600, yakni di level 6.633,34.

Selama sepekan, nilai transaksi IHSG mencapai Rp 87,25 triliun. Investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) hingga mencapai Rp 5,15 triliun di pasar reguler, sedangkan di pasar tunai dan negosiasi, asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 378 miliar. Sehingga jika ditotal, maka asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 4,77 triliun pada pekan ini.


Seiring masih berlangsungnya reli IHSG pada pekan ini, beberapa saham berhasil mencetak reli terbesar (top gainers) pada pekan ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), dari enam saham yang menjadi top gainers pada pekan ini, rata-rata kenaikan berada di kisaran 30% hingga 50%, bahkan ada yang lebih dari 140% sepanjang pekan ini.

Berikut daftar saham yang menjadi top gainers pada pekan ini.

Top Gainers Sepekan

Saham emiten produsen kaleng kemas PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) memimpin saham top gainers pada pekan ini. Saham PANI terpantau meroket hingga lebih dari 140% ke harga Rp 940/unit pada pekan ini, dari sebelumnya pada pekan lalu di harga Rp 390/unit.

Terbangnya saham PANI terjadi setelah perseroan dicaplok oleh PT Multi Artha Pratama (MAP0, bagian dari 'raksasa' properti Tanah Air yakni Agung Sedayu Group, di mana MAP mencaplok PANI sebesar 80% atau sebanyak 328.000.000 saham.

MAP menyatakan telah menyampaikan dokumen pelaksanaan penawaran tender (tender offer) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per tanggal 12 Oktober 2012.

Dalam pengumuman terkait penjelasan atas permintaan penjelasan bursa di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (14/10), Direktur Utama PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI), Prilli Budi Pasravita Soetantyo menyampaikan perkiraan jadwal waktu pelaksanaan tender offer adalah tanggal 11 November hingga 10 Desember 2021.

"Penetapan harga pembelian saham perseroan adalah berdasarkan kesepakatan para pihak," kata Prilli dikutip CNBC Indonesia.

Akibat dari pergerakan liar saham PANI, BEI pun sempat menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PANI sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten logam ini.

Hal ini dilakukan oleh BEI dalam rangka cooling down, sehingga BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham tersebut.

Namun pada perdangan sesi I Jumat kemarin, suspensi saham PANI akhirnya kembali dibuka oleh otoritas bursa (BEI).

Sedangkan di posisi kedua terdapat saham induk dari PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) yakni PT Equity Development Invesment Tbk (GSMF) yang tercatat melonjak 58,66% ke level Rp 284/unit pada pekan ini, dari sebelumnya di harga Rp 179/unit pada pekan lalu.

Bahkan pada perdagangan Kamis (14/10/2021) lalu, saham GSMF ditutup hingga mencapai batas auto rejection atasnya (ARA) dengan presiasi sebesar 34,9% ke level 228/unit.

Melesatnya harga saham GSMF terjadi setelah perseroan berencana melakukan aksi korporasi penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Berdasarkan informasi, perseroan dalam prospektus di BEI berencana untuk menerbitkan sebanyak 7,45 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 165/unit. Artinya target pendanaan dalam rights issue ini sebesar Rp 1,23 triliun.

Perusahaan Hong Kong, Equity Global International Limited, selaku pemegang 67,76% saham GSMF, menyatakan akan melaksanakan hak HMETD tersebut dan menjadi pembeli siaga (standby buyer) apabila terdapat sisa saham dalam rights issue, maksimal senilai Rp 1,1 triliun.

Sementara pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya kepemilikannya akan terdilusi 47,21%.

Dikutip oleh CNBC Indonesia Kamis lalu, manajemen GSMF menyampaikan bahwa dana rights issue tersebut akan digunakan untuk "meningkatkan investasi saham pada Bank Ganesha, entitas anak yang saat ini dimiliki oleh perseroan sebesar 29,86% dalam rangka memenuhi ketentuan modal inti minimum yang disyaratkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik melalui penyetoran saham sekurang-kurangnya sebesar Rp 1 triliun."

Berikutnya di posisi ketiga diduduki oleh saham emiten arsitektur PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) yang melesat hingga 51,14% ke posisi harga Rp 266/unit, dari sebelumnya pada pekan lalu di harga Rp 176/unit.

Belum diketahui secara jelas penyebab kenaikan saham RONY dan menjadi top gainers pada pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading