Induk Usaha SCTV Mau Buyback Saham Rp 200 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 October 2021 09:15
Gedung SCTV

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan induk media televisi SCTV, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 200 miliar.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan manajemen SCMA, pembelian saham kembali tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan alokasi buyback paling banyak 20% dari modal disetor dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar (free float) sebesar 7,5% dari modal disetor.

Pasalnya, kondisi perdagangan saham di BEI sejak awal tahun 2020 mengalami tekanan yang signifikan yang diindikasikan dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 18,46% dan kondisi perekonomian regional dan global yang mengalami tekanan dan perlambatan, antara lain disebabkan oleh wabah virus COVID-19. Kemudian, OJK memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan melalui SEOJK 3/2020.


"Dengan diterbitkannya SEOJK 3/2020 tersebut, telah membuka peluang bagi perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan kemampuan perseroan dan ketentuan yang berlaku," ungkap manajemen SCMA, dikutip Jumat (15/10/2021).

Manajemen SCMA akan menggunakan kas internal untuk buyback tersebut yang akan dilaksanakan secara bertahap sejak 13 Oktober sampai dengan 12 November 2021.

Dampak dari pelaksanaan buyback adalah hilangnya pendapatan bunga atas dana yang digunakan untuk pembelian kembali saham perseroan.

Namun demikian, direksi perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback saham tidak akan mempengaruhi pembiayaan kegiatan usaha perseroan, mengingat perseroan mempunyai modal kerja dan arus kas yang cukup dan memadai untuk melaksanakan buyback, termasuk pembiayaan kegiatan usaha perseroan.

Di pasar modal, sejak awal tahun ini, harga saham SCMA terpantau masih terkoreksi 17,69% ke level Rp 1.885 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 27,86 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading