Sempat Sentuh 6.600, IHSG Akhiri Sesi 1 di Level 6.500

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
13 October 2021 11:52
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melaju ke jalur hiau pada perdagangan sesi pertama Rabu (13/10/2021), dan bertengger di level psikologis 6.500 setelah sejak awal pekan sempat dilewati.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.516,943 atau lompat 30,8 poin (+0,5%) pada penutupan siang. Dibuka melaju 0,24% ke 6.502,157, indeks acuan utama bursa ini terus melesat ke zona hijau dan bahkan sempat menyentuh level psikologis 6.600.

Level pembukaan tersebut sekaligus menjadi level terendah hariannya. Aksi beli masif para investor membawah IHSG terus membumbung hingga menyentuh level tertinggi hariannya pada 6.600,519 tepat pukul 09:00 WIB.


Namun, mayoritas saham terhitung melemah yakni sebanyak 286 unit, sedangkan yang menguat hanya 217 saham, dan 149 sisanya flat. Artinya penguatan IHSG hari ini ditopang sedikit saham yang memiliki bobot besar ke IHSG (big cap).

Nilai perdagangan masih tinggi, sebesar Rp 9,9 triliun yang melibatkan nyaris 20 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 935.000-an kali. Investor asing mencetak pembelian bersih (net buy) senilai Rp 654,5 miliar, menjadi net buy untuk ketiga hari secara beruntun.

Saham yang mereka borong terutama adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 251 7 miliar dan Rp 132,5 miliar. Keduanya melesat masing-masing sebesar 1% dan 4,3% ke Rp 4.260 dan Rp 6.125/unit saham.

Sebaliknya, aksi jual asing menimpa saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dengan nilai penjualan bersih tipis sebesar Rp 16,3 miliar dan Rp 13,8 miliar. Kedua saham tersebut bergerak berbeda arah, di mana UNVR naik 0,6% ke Rp 4.960 sementara ASSA melemah 5% ke Rp 3.770/saham.

Dari sisi nilai transaksi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan total nilai Rp 1,1 triliun, diikuti BBRI senilai Rp 668,7 miliar serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 460,6 miliar.

IHSG melambung setelah Bank BCA hari ini resmi memecah nilai nominal sahamnya (stock split) dengan rasio 1:5, di mana tiap pemegang 1 unit saham perseroan akan disetarakan dengan 5 unit saham, tetapi dengan harga per saham yang berubah menjadi seperlimanya.

Aksi korporasi demikian membuat saham perseroan lebih terjangkau bagi investor ritel, sehingga transaksi pun kian ramai. Hal ini terkonfirmasi hari ini dengan merangseknya nilai transaksi BBCA ke jawara tertinggi, menggeser BRI.

Di Asia Pasifik, bursa utama cenderung bergerak variatif di tengah antisipasi investor terhadap prospek ekonomi ke depan, dan risiko berlanjutnya persoalan pembayaran utang raksasa properti China Evergrande.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Tergelincir pada Pagi, IHSG Berakhir Menguat di Sesi 1


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading