Yield Treasury Sentuh 1,6% Pekan Lalu, Harga SBN Melemah

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
11 October 2021 19:14
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup melemah pada perdagangan Senin (11/10/2021) awal pekan ini, menandakan bahwa sikap optimisme masih dialami oleh investor di pasar obligasi pemerintah RI.

Seluruh tenor SBN acuan dilepas oleh investor, ditandai dengan naiknya imbal hasil (yield) SBN pada hari ini. Melansir data dari Refinitiv, yield SBN yang mengalami kenaikan paling besar pada hari ini dibukukan oleh SBN bertenor 3 tahun yang naik sebesar 6,5 basis poin (bp) ke level 3,917%.

Sedangkan penguatan yield paling minor terjadi di SBN berjatuh tempo 30 tahun yang naik tipis 0,2 bp ke level 6,86%. Sementara itu, yield SBN bertenor 10 tahun yang merupakan yield acuan obligasi negara kembali menguat 1,3 bp ke level 6,363% pada hari ini.


Yield berlawanan arah dari harga, sehingga naiknya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang melemah, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Kenaikan kembali yield SBN terjadi setelah data penjualan ritel periode Agustus mulai membaik dari periode Juli lalu. Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks penjual riil (IPR) tumbuh 2,1% secara bulanan (month-on-month/mom) di bulan Agustus 2021.

Penjualan ritel secara bulanan mengalami akselereasi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang terkontraksi 5% mom. Secara tahunan, penjualan ritel juga membaik. Hal ini tercermin dari kontraksi yang lebih rendah yakni di angka -2,9% (year-on-year/yoy). Sementara di bulan Juli penjualan eceran mencatatkan minus 2,9% yoy.

Meskipun membaik sedikit, namun investor tetap optimis bahwa perekonomian dapat pulih kembali. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab yield SBN kembali menguat pada hari ini.

Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), tingkat pengangguran yang turun juga memicu optimisme investor pada hari ini. Tingkat pengangguran AS tercatat turun menjadi 4,8% pada September dari 5,2% pada Agustus dan pendapatan rata-rata per jam naik 0,6%, lebih dari yang diramalkan.

Pada penutupan Jumat (8/10/2021) pekan lalu, yield obligasi pemerintah AS (Treasury) bertenor 10 tahun terpantau menguat 4,1 bp ke level 1,612%. Pada hari ini, perdagangan obligasi pemerintah AS tidak dibuka karena sedang libur nasional memperingati Hari Columbus.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Khawatir Covid-19 RI Melonjak, Harga SBN Menguat


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading