Danamon dan Ashmore Luncurkan 3 Reksa Dana Baru

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
08 October 2021 18:18
Danamon Gelar Webinar Bertema Ekonomi Digital Foto: Tangkapan layar Webinar Danamon Wealth Series

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) meluncurkan tiga produk reksa dana. Salah satu produk yang diluncurkan ini memberikan kesempatan bagi investor untuk ikut berinvestasi di saham teknologi yang kini meramaikan pasar saham Indonesia.

Consumer Business Head Bank Danamon, Lanny Hendra mengatakan masuknya beberapa perusahaan teknologi unicorn di Bursa Efek Indonesia (BEI) membawa perubahan besar bagi pasar modal Indonesia. Kehadiran saham berbasis teknologi dan digital diharapkan dapat meningkatkan pilihan investasi di pasar modal, dan mengubah lanskap pasar modal Indonesia mengikuti tren pasar modal dunia.

Sementara dua produk baru lainnya yakni reksa dana volatilitas rendah yang bertujuan untuk meminimalkan risiko terhadap portofolio investasi nasabah. Ketiga produk reksa dana ini melengkapi produk investasi dalam memberikan solusi finansial yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan finansial nasabah.


"Tiga produk baru ini semakin memperkuat kemitraan Danamon dengan Ashmore, dan melengkapi produk reksa dana yang ditawarkan. Selain ADEN, ADOUN, dan ADPUN, 2 produk Ashmore yang sebelumnya sudah tersedia diantaranya Ashmore Dana Progresif Nusantara (ADPN) dan Ashmore Dana Obligasi Nusantara (ADON)," kata Lanny.

Seluruh 5 produk reksa dana Ashmore memiliki fasilitas pengalihan antara produk reksa dana Ashmore sehingga nasabah dapat melakukan pengalihan diantara produk Ashmore.

Market Strategist & Invesment Advisory Bank Danamon Indonesia Felix Chandra mengatakan dengan penambahan produk baru ini bisa memenuhi kebutuhan setiap nasabah, karena ketiga produk ini memiliki perbedaan karakteristik. Ada yang memiliki volatilitas yang rendah, hingga risiko yang sedikit lebih tinggi.

"Kebutuhan setiap nasabah berbeda dan dengan 3 produk ini bisa menjawab kebutuhan nasabah yang fokus pada likuiditas tanpa perlu volatilitas yang tinggi dan graduali meningkat ke risiko sedang. Selain itu ketiga roduk ini melengkapi produk Ashmore di Danamon," kata Felix.

"Kami melihat permintaan kebutuhan solusi dan kami berusaha memenuhi kebutuhan tersebut sesuai dengan kondisi terkini, dan bekerja sama dengan partner kami yang profesional sehingga bisa mendukung kebutuhan finansial."

Produk yang diluncurkan yakni Ashmore Dana Ekuitas Nusantara (ADEN), Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara (ADOUN) dan Ashmore Dana Pasar Uang Nusantara (ADPUN), produk ini melengkapi dua produk yang pertama kali diluncurkan oleh Danamon dan Ashmore pada November 2020.

ADEN berinvestasi di saham-saham berkapitalisasi besar dengan weighting di index JCI di atas 0.75% dan saham dengan valuasi menarik dengan atensi khusus pada saham-saham 'new economy' dan digital. ADEN memiliki fitur pembagian dividen secara semi-annual. ADEN memiliki tujuan investasi untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang dengan berinvestasi pada saham-saham yang ditawarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara untuk, ADOUN memberikan pilihan produk reksa dana pendapatan tetap dengan volatilitas yang terjaga melalui investasi di obligasi pemerintah. Kemudian durasi portofolio yang pendek, dan membagikan dividen secara bulanan. ADOUN Memiliki tujuan investasi untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang dengan berinvestasi pada efek bersifat hutang.

Kemudian, ADPUN memberikan pilihan produk reksa dana pasar uang yang memiliki likuiditas yang tinggi dengan berinvestasi pada 100% instrumen pasar uang dan/atau efek bersifat utang yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau perusahaan di Indonesia dengan jatuh tempo dibawah 1 tahun.

Sementara itu, Komisaris Bursa Efek Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan ekonomi digital kini sudah menjadi solusi permanen bagi masyarakat terutama karena pandemi Covid-19. Dia mengatakan masyarakat sudah melihat keuntungan sudah melihat keuntungan dari ekonomi digital dan membuat perubahan pola kebiasaan.

"Pertumbuhan satu tahun terakhir cukup besar 1 tahun terakhir kita masih bisa berkembang 10-20 kali lipat. Jadi ini menjadi kabar baik baik Ashmore dan Danamon karena akan lebih banyak dr sisi demand, anda bisa melihat 3-4 dekade kedepan," ujar Pandu.

Head of Sales and Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha mengatakan Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang besar dan tingkat penggunaan internet yang tinggi. Disrupsi teknologi yang terjadi di dunia akan sangat mempengaruhi perubahan kehidupan bermasyarakat, dan menghadirkan peluang kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia berhasil mengembangkan bisnisnya dengan pesat dalam skala besar. Pesatnya perkembangan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia membuat beberapa perusahaan mencari peluang untuk melantai di Bursa Efek Indonesia untuk menambah pendanaan.

"Hal ini menjadi peluang bagi investor untuk bisa ikut mendapatkan imbal hasil investasi dalam perkembangan pesat digitalisasi di Indonesia," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Jeblok, Dana Kelolaan Fund Manager Ini Tembus Rp 35 T


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading