Kamis Ini Menteri BUMN Diganti Perempuan, Buat Apa Pak Erick?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 September 2021 16:55
Erick Thohir (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir bulan ini, tepatnya Kamis (30/9/2021) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal digantikan perannya sementara oleh salah satu perempuan kandidat kampanye Girls Take Over 2021 selama satu hari.

Erick mengatakan kandidat yang bergabung dalam program ini merupakan calon pemimpin wanita masa depan, terutama di BUMN yang ditargetkan dapat menciptakan kesetaraan gender.

Dia bahkan telah menetapkan target di untuk perusahaan BUMN bisa mencapai target kepemimpinan perempuan bisa mencapai 25% pada 2023 nanti.


"Kami membawa future leader karena ada di BUMN kesetaraan gender. Kita dorong pimpinan perempuan di BUMN target 25% di 2023. Kenapa dilakukan? Karena ini sangat bagus," kata Erick saat melakukan kunjungan ke salah satu kantor cabang co-location ultra mikro BUMN, Selasa (28/9/2021).

Dia menjelaskan, target kesetaraan gender di BUMN ini didasarkan atas adanya riset yang menunjukkan bahwa hal tersebut memberikan dampak yang bagus bagi perusahaan dan baik untuk perusahaan.

Adapun program ini merupakan program kerja sama Forum Human Capital (FHCI) BUMN dengan Plan Indonesia yang baru dimulai di tahun ini. Targetnya program ini akan terus dilakukan hingga 2026 mendatang.

"Saya yakini proses sangat baik nanti dalam 1-2 hari ini [Kamis] akan ditentukan siapa yang gantiin saya. Saya berharap ke depan dari yang enam ini menjadi woman leadership baik di BUMN atau di bidang masing-masing karena penting saya rasa menciptakan leadership ke depan karena ga mungkin yang jadi pemimpin itu-itu saja," kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Senin (27/9/2021).

Untuk orang yang anak menggantikan posisinya ini, Erick mengatakan akan diikutkan dalam meeting casual dengan angle rapat yang sudah ditetapkan sebelumnya. Untuk itu dia akan memberikan tips-tips tersendiri agar penggantinya tidak under pressure dalam meeting tersebut.

Bagi kandidat yang tidak terpilih untuk menggantikan Erick, nantinya akan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN dan direktur utama di lima perusahaan BUMN lainnya.

Lima perusahaan yang sudah sepakat untuk bekerjasama tersebut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk/TLKM).

Berikut enam profil perempuan muda terpilih:

1. Sharon (24 tahun) dari Bekasi, Jawa Barat, sarjana di bidang psikologi dan best graduate office development program (ODP) salah satu BUMN.

Selama pandemi Covid-19 saat ini, Sharon berkesempatan untuk memimpin tim Covid Rangers dalam mendorong kesadaran seluruh anggota tim demi mencegah penularan Covid-19.

2. Putri (21 tahun) dari Bandung, Jawa Barat, lulusan salah satu universitas pertanian, aktif memperjuangkan hak-hak anak perempuan di desanya. Ia sedih melihat anak perempuan yang dikawinkan dan putus sekolah.

Dia tergabung dalam Forum Anak Daerah untuk berjuang untuk menikmati haknya dan menjadi konselor dari kampung ke kampung.

3. Arum (23 tahun) dari Pare-pare, Sulawesi Selatan. Mahasiswi pendidikan hukum. Dia pernah memenangkan kategori Hakim Terbaik pada kompetisi peradilan semu bergengsi.

Arum juga aktif berorganisasi serta menjadi asisten peneliti, tutor serta bekerja di salah satu bank BUMN.

4. Virdha (23 tahun) dari Magelang, Jawa Tengah, merupakan pegawai di bagian SDM dan general affair.

Saat ini Virdha aktif di Pusat Studi Gender dan berpartisipasi di dalam program pemberdayaan perempuan yang bekerja dengan berinovasi menggunakan bahan lokal dan melakukan pelatihan ekonomi untuk perempuan di suatu perkampungan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

5. Adinda (20 tahun) dari Jepara, Jawa Tengah, Adinda saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di bidang informatika.

Ia pun aktif dalam kegiatan di dalam kampus, mulai dari menjadi anggota Developer Student Club, asisten praktikum, hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

6. Sisilia (22 tahun) dari Kupang, NTT sempat menjadi seorang edukator dan Plt. Kepala Sekolah Pendidikan Usia Dini yang membawahi empat kelas besar di sebuah lembaga pendidikan swasta di Kota Kupang.

Sisilia ingin mendorong semua pihak untuk lebih memperhatikan isu kesetaraan gender dan tidak menghakimi perempuan atas pilihan yang ia ambil terhadap kepemilikan tubuhnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Erick Bersih-bersih! 19 BUMN Direstrukturisasi, 7 Mau Ditutup


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading