IHSG Berayun ke Zona Merah, Tertekan 23 Poin di Akhir Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
27 September 2021 11:54
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama Senin (27/9/2021), di tengah tren pergerakan variatif di bursa regional.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.121,613 atau turun 23,2 poin (-0,38%) pada penutupan siang. Dibuka melemah 0,05% ke 6.141,47, indeks acuan utama bursa ini berbalik menguat hingga menyentuh level tertinggi hariannya di 6.164,28 pukul 09:20 WIB.

Mayoritas saham terkoreksi, yakni sebanyak 303 unit, sedangkan 199 lain menguat, dan 155 sisanya flat. Nilai perdagangan kembali turun, menjadi Rp 6,7 triliun yang melibatkan 16 miliaran saham yang berpindah tangan 902.000-an kali. Investor asing mencetak pembelian bersih (net buy) Rp 121,2 miliar.


Saham yang mereka borong terutama adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai pembelian masing-masing sebesar Rp 138,1 miliar dan Rp 59,7 miliar. Keduanya anjlok sebesar 1,8% dan 0,08% ke Rp 3.750 dan Rp 32.900/unit.

Sebaliknya, aksi jual asing menimpa saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pembelian bersih masing-masing Rp 15,3 miliar dan Rp 13,4 miliar. Kedua saham tersebut turun 2% dan 0,4% menjadi Rp 3.890 dan Rp 5.950/saham.

Dari sisi nilai transaksi, BBRI masih meraja dengan total nilai perdagangan Rp 892,1 miliar diikuti BBCA senilai Rp 151,2 miliar dan PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp 98,9 miliar.

Koreksi terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang mixed, dengan reli indeks saham STI Singapura sebesar 1,1% dan indeks Australia sebesar 0,8%. Sebaliknya, indeks bursa Shanghai drop 1,3% diikuti bursa Shenzen sebesar 0,6%.

Pasar mengantisipasi pernyataan tiga pejabat bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) di mana pelaku pasar akan mencari petunjuk lebih jauh mengenai kapan kebijakan tapering (pengurangan suntikan likuiditas ke pasar) akan dijalankan, maupun proyeksi suku bunga acuan.

Presiden The Fed wilayah Chicago, Charles Evans, akan berbicara mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan moneter dalam acara yang diselenggarakan oleh National Association for Business Economics.

Gubernur The Fed Lael Brainard juga berbicara dalam acara tersebut, sementara Presiden The Fed wilayah New York akan berbicara dalam acara yang diselenggarakan Economic Club of New York.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Dekati 5.900, IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Sesi 1


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading