Review LQ45

Awas Ketinggalan! 5 Saham Blue Chip Ini 'Termurah' di Bursa

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
23 September 2021 13:10
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih perlahan-lahan mencoba menembus level psikologis 6.200 saat ini, tidak ada salahnya untuk mencermati saham-saham unggulan (blue chip) atau saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) di indeks LQ45 yang masih tergolong murah atau undervalued.

Sebagaimana diketahui, dengan konstituen yang berisi 45 emiten dengan kapitalisasi pasar besar dan paling likuid di pasar, LQ45 juga biasa menjadi acuan para manajer investasi.

Selain itu, fundamental perusahaan dan prospek emiten yang positif membuat indeks ini menarik untuk dikoleksi.


Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.38 WIB, IHSG melesat 0,31% ke 6.129,21. Terakhir kali IHSG menyentuh level 6.200 adalah pada 5 dan 8 Agustus 2021 ketika masing-masing di posisi 6.205,42 dan 6.203,43.

Indeks LQ45 sendiri naik 0,16% ke 863,56, masih minus 0,25% dalam sepekan dan naik 0,68% dalam sebulan.

Lantas, saham blue chip mana saja yang memiliki valuasi murah dan menarik untuk dibeli?

Berikut ini Tim Riset CNBC Indonesia menyajikan daftar 5 besar saham LQ45 dengan valuasi paling murah.

Untuk melihat rasio harga tersebut Tim Riset CNBC Indonesia memakai dua metode, yakni Price Earning Ratio (PER) dan Price to book value (PBV) yang biasa digunakan sebagai analisis fundamental untuk menilai saham suatu emiten, wajar, murah, atau kemahalan (overpriced).

PER merupakan metode valuasi yang membandingkan laba bersih per saham dengan harga pasarnya.

Semakin rendah PER maka biasanya perusahaan juga akan dianggap semakin murah, Untuk PER biasanya secara rule of thumb akan dianggap murah apabila rasio ini berada di bawah angka 10 kali.

Sementara PBV adalah metode valuasi yang membandingkan nilai buku suatu emiten dengan harga pasarnya. Semakin rendah PBV biasanya perusahaan akan dinilai semakin murah. Secara Rule of Thumb, PBV akan dianggap murah apabila rasionya berada di bawah angka 1 kali.

Berikut ini tabel 5 besar saham LQ45 dengan valuasi yang tergolong mahal baik secara PER maupun PBV.

Tabel 5 Besar Saham LQ45 Paling Murah

Emiten

Kode Saham

Harga Terakhir (Rp)

PER

PBV

Media Nusantara Citra

MNCN

830

6.01

0.88

Gudang Garam

GGRM

31,400

7.90

1.03

Indofood Sukses Makmur

INDF

6,200

8.43

1.28

Bank BTN

BBTN

1,360

8.99

0.71

Indah Kiat Pulp & Paper

INKP

7,175

9.38

0.65

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), RTI | Harga terakhir per 22 September 2021

Berdasarkan data di atas, kelima saham tersebut memiliki PER di bawah rule of thumb, sementara tiga saham memiliki rasio PBV di bawah 1 kali.

Saham emiten media Grup MNC, MNCN, memiliki nilai PER terendah di antara saham LQ45 lainnya, yakni sebesar 6,01 kali. Adapun secara rerata PER industri sebesar 23,25 kali, PER MNC tetap jauh di bawahnya.

Sementara, saham dengan nilai PBV terendah adalah emiten kertas Grup Sinar Mas INKP dengan nilai 0,65 kali. Angka tersebut juga berada di bawah rerata PBV industri sebesar 1,37 kali.

NEXT: Simak Analisisnya

Analisis PER-PBV Saham MNCN, GGRM sampai INKP
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading