Ulasan Sepekan

Aksi Ambil Untung Mendera, Harga Batu Bara Terkoreksi Tipis

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 September 2021 11:00
foto : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara termal Newcastle selama sepekan ini terhitung melemah tipis menyusul aksi ambil untung trader setelah harga energi utama dunia tersebut melonjak hingga sempat menyentuh level psikologis US$180/ton pada September.

Pada Jumat (17/0/2021) harga kontrak berjangka teraktif batu bara di pasar New Castle sebenarnya ditutup melesat 1% ke US$ 177,5/ton. Namun kenaikan tersebut tidak cukup untuk mengompensasi koreksi sebanyak 3 hari dalam sepekan ini.

Secara mingguan, harga batu bara pun terkoreksi 0,06% atau melanjutkan pelemahan sepekan lalu yang mencapai 0,78% menjadi US% 177,6/ton, dari 3 September sebesar US$179/ton yang merupakan level tertinggi sepanjang September.


Aksi ambil untung dalam 2 pekan berturut=turut ini terjadi setelah batu bara menjadi komoditas berkinerja cemerlang tahun ini, dengan lonjakan sebesar 117,13% secara tahun berjalan.

Meski demikian, harga batu bara terhitung masih menguat sepanjang September, dengan reli sebesar 1,87%. Sepanjang kuartal III-2021, harga pasir hitam ini juga terhitung masih positif, yakni sebesar 31,77%.

Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava menilai melesatnya harga batu bara dalam 6 bulan terakhir ini dipicu problem pasokan energi terbarukan di negara maju, yang memicu aksi buru bahan bakar fosil.

CNBC International melaporkan kenaikan harga gas, yang mencapai 250% sepanjang tahun ini, sudah terjadi sejak April ketika musim dingin melanda dan memukul produksi listrik pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga bayu.

Akibatnya, pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pun digenjot, sehingga memicu lonjakan permintaan batu bara dan gas dalam waktu singkat secara bersamaan.

"Dengan tidak adanya investasi baru untuk menambah kapasitas baru batu bara dan kian ketatnya pasokan karena cuaca, banjir, keamanan, dan isu pengiriman, harga masih akan tinggi," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (16/9/2021).

Tren kenaikan harga batu bara membuat ekspor Indonesia melesat. Pada Agustus 2021, nilai ekspor Indonesia tercatat US$ 21,42 miliar atau tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sehingga neraca perdagangan mencetak surplus US$ 4,74 miliar yang juga tertinggi sepanjang masa.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading