Cakep nih! IHSG Naik 0,6% Sepekan, Asing Borong Saham Rp 2 T

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 September 2021 12:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat selama sepekan, di tengah masuknya dana investor asing ke bursa dan ditopang sejumlah sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama periode 13-17 September 2021, IHSG naik 0,63% ke posisi 6.133,25. Nilai transaksi sepekan tercatat mencapai Rp 62,92 triliun, sementara asing melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,68 triliun di pasar reguler dan jual bersih (net sell) Rp 200,55 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Sementara, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencatatkan peningkatan tertinggi sebesar 13,40 persen menjadi Rp 12,584 triliun dari Rp 11,097 triliun pada pekan lalu.


Indeks sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan indeks sektoral BEI selama sepekan, yakni 8,26% ke 1.158,23. Sementara, indeks sektor barang baku menjadi yang paling turun, yaitu 1,06%.

Pada awal pekan, Senin (13/9), IHSG ditutup melemah 0,11% ke level 6.088,16, di tengah tren global yang diawali dari pasar Amerika Serikat (AS) dengan koreksi di Wall Street pada Jumat (10/9/2021). Aksi jual saham terjadi setelah inflasi Negeri Sam per Agustus melonjak melampaui ekspektasi pasar.

Kemudian, setelah itu, pada hari setelahnya, IHSG berhasil rebound 0,67%, ditopang sentimen dari dalam negeri.

Sentimen yang dimaksud adalah pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan, Koordinator PPKM Jawa-Bali yang juga Menko Maritim dan Investasi RI, yang mengatakan Covid-19 di Tanah Air semakin terkendali dan pelonggaran bertahap yang diambil membuat indeks semringah.

Lalu, pada Rabu (15/9) dan Kamis (16/9) IHSG ambles beruntun, yakni sebesar 0,31% dan 0,287 poin.

Sebenarnya, pada Rabu ada sentimen positif bagi IHSG dari dalam negeri, yakni rilis data perdagangan internasional periode Agustus 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia di bulan Agustus 2021 tumbuh 64,1% yoy, jauh lebih tinggi dari poling yang dihimpun CNBC Indonesia yang meramal tumbuh 36,5% yoy.

Sementara impor tercatat tumbuh 55,26% yoy juga jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan konsensus yang memprediksi tumbuh lebih tinggi yakni 44,29% yoy.

Neraca dagang aktual bulan Agustus 2021 tercatat mencapai US$ 4,74 miliar tertinggi sejak tahun 2006 dan dua kali lebih tinggi dari ramalan konsensus di US$ 2,32 miliar.

Namun sentimen positif tersebut belum mampu menghantarkan IHSG ke zona hijau karena IHSG lebih memilih untuk mengikuti bursa saham Asia yang juga terbenam di zona koreksi.

Terakhir, pada Jumat (17/9), IHSG berhasil 'balas dendam' dengan melesat 0,38% di akhir-akhir perdagangan setelah sempat ambles ke zona merah selama hampir seharian.

Sentimen yang mewarnai perdagangan pada Jumat kemarin salah satunya adalah kenaikan indeks dolar AS.

Pertumbuhan penjualan ritel yang mengejutkan memberi gambaran bahwa konsumsi di Negeri Adidaya tetap kuat. Artinya, tekanan inflasi itu nyata dan stabil.

Tekanan inflasi, yang menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat setelah dihantam pandemi virus corona, membuat pasar kembali meyakini bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) bisa segera melakukan pengetatan kebijakan atau tapering. Ini diawali dengan mengurangi pembelian surat berharga (quantitative easing) yang sekarang bernilai US$ 120 miliar setiap bulannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading