Bursa Asia Balik Arah, Kompak ke Zona Hijau

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
17 September 2021 16:56
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia berhasil ditutup cerah pada perdagangan Jumat (17/9/2021), setelah selama dua hari beruntun mengalami pelemahan menyusul kecemasan investor terkait aturan China yang memperketat regulasi dan perlambatan ekonomi global.

Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,58% ke level 30.500,05, Hang Seng Hong Kong melesat 1,03% ke 24.920,76, Shanghai Composite China tumbuh 0,19% ke 3.613,97, Straits Time Singapura bertambah 0,22% ke 3.071,23, KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,33% ke 3.140,51, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir naik 0,38% ke 6.133,25.

Pasar saham Asia akhirnya berhasil pulih dari zona pelemahan jelang akhir pekan ini, di mana bursa Asia sebelumnya sempat terjadi selama dua hari beruntun.


Meskipun pelaku pasar Asia pada hari ini cenderung optimis, namun kabar dari masih belum selesainya permasalahan keuangan raksasa properti China, China Evergrande Group masih cenderung membayangi sentimen pada hari ini.

Saham China Evergrande Group kembali ditutup ambruk 3,4%, setelah sempat ambles lebih dari 10% pada perdagangan pagi hari ini. Pelemahan saham Evergrande telah terjadi selama lima hari beruntun, dan telah menyentuh level terendahnya dalam hampir sepuluh tahun terakhir.

Goldman Sachs dan JPMorgan sebelumnya telah memperingatkan bahwa krisis Evergrande dapat menimbulkan risiko yang cukup besar ke sektor properti China.

Sementara itu di Jepang, harapan pelaku pasar dari pemimpin baru Jepang, tingkat vaksinasi Covid-19 yang sudah meningkat cukup signifikan, dan berkurangnya kasus aktif Covid-19 di Jepang telah mendorong indeks Nikkei mencapai 8,58% sepanjang bulan ini.

Kenaikan Nikkei juga didorong oleh melesatnya saham sektor pembuat chip dan membuat investor memanfaatkan momentum reli saham produsen chip tersebut.

Saham produsen chip Jepang, Tokyo Electron ditutup melesat 1,24%, sedangkan saham Advantest ditutup melonjak 2,44%.

Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), kontrak berjangka (futures) indeks saham cenderung menyamping karena investor masih khawatir melihat prospek saham di bulan September yang secara historis selalu mencetak koreksi.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS atau dini hari tadi waktu Indonesia, tiga indeks utama di Wall Street ditutup cenderung melemah.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,18%, S&P 500 berkurang 0,16%. Namun Nasdaq Composite masih bisa menguat 0,13%.

Pada Agustus 2021, penjualan ritel di Negeri Adidaya tumbuh 0,7% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Jauh membaik ketimbang Juli 2021 yang minus 1,8% mtm. Juga jauh lebih baik dari konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan minus 0,8%.

"Konsumsi di AS tidak berkurang sebanyak yang diperkirakan. Ekonomi masih bergeliat," ujar Chris Low, Kepala Ekonom FHN Financials yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading