Indosat-Tri Merger

Konsolidasi Operator Telko, Begini Gerak Saham Operatornya

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
17 September 2021 09:30
Indosat

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten telekomunikasi (telko) bergerak beragam pada awal perdagangan hari ini, Jumat (17/9/2021), di tengah kabar resmi penggabungan bisnis (merger) dua perusahaan telekomunikasi, yaitu PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.18 WIB, berikut pergerakan saham emiten halo-halo.

  1. Indosat (ISAT), saham +2,11%, ke Rp 7.275/saham


  2. Jasnita Telekomindo (JAST), +0,52%, ke Rp 194/saham

  3. XL Axiata (EXCL), 0,00%, ke Rp 2.970/saham

  4. Smartfren Telecom (FREN), -0,80%, ke Rp 124/saham

  5. Telkom Indonesia (TLKM), -1,45%, ke Rp 3.390/saham

Menurut data di atas, ada 2 saham yang menguat, satu stagnan, dan 2 sisanya melemah. Sebenarnya, pada pukul 09.05 WIB, keempat saham di atas sempat menguat, yakni ISAT, JAST, FREN, dan EXCL. Namun, selang 10 menit kemudian penguatannya semakin surut.

Saham ISAT sempat melejit 3,86% ke posisi Rp 7.400/saham pada 09.05 WIB. Kemudian, pada 09.18 WIB, penguatan saham ISAT semakin berkurang menjadi 2,11% ke Rp 7.275/saham. Nilai transaksi saham ISAT tercatat sebesar Rp 38 miliar.

Di tengah kenaikan ini asing mencatatkan jual bersih Rp 6,69 miliar di pasar reguler.

Dengan ini, saham ISAT sudah mencatatkan reli kenaikan selama 5 hari beruntun. Alhasil, dalam sepekan saham ISAT melejit 9,74%, sementara dalam sebulan naik 12,26%. Secara year to date (ytd) saham ini melonjak 45,05%.

Kedua, saham JAST yang naik 0,52% ke Rp 194/saham dengan nilai transaksi Rp 366 juta. Dalam sepekan saham JAST menguat 4,86%, sementara dalam sebulan terkerek 9,60%.

Sementara, saham Grup Sinar Mas FREN dan emiten pelat merah TLKM sama-sama terbenam di zona merah. Saham FREN turun 0,80%, sedangkan saham TLKM merosot 1,45%.

Sebelumnya, Ooredoo QPSC (Ooredoo) dan dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) resmi mengumumkan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, yaitu Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Perusahaan gabungan akan kemudian diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison.

Sementara itu, perusahaan gabungan ini akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan kode saham ISAT, di mana pemerintah Indonesia memiliki sisa saham ISAT lainnya yakni 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya 14,0% saham.

"Transaksi telekomunikasi besar di Asia dengan nilai total hingga US$ 6 miliar. Transaksi ini gabungkan kedua perusahaan menjadi operator nomor dua yang lebih kuat di Indonesia dengan pendapatan tahunan hingga US$ 3 miliar," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia, dalam keterangan resmi bersama, Kamis malam (16/9/2021).

"Penggabungan bisnis akan memberikan keuntungan bagi seluruh pemegang saham dan pelangga, serta mempercepat transformasi digital Indonesia," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia.

Adapun JPMorgan bertindak selaku penasihat keuangan eksklusif untuk Ooredoo Group. Goldman Sachs & Co. dan HSBC bertindak selaku penasihat keuangan gabungan untuk CK Hutchison. Barclays bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Indosat Ooredoo.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading