Dow Jones Dibuka Menguat, Nasdaq Masih Tertekan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 September 2021 21:14
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (15/9/2021), berpeluang mengurangi laju koreksi indeks Dow Jones kemarin yang mencapai 300 poin.

Salah satu pemicunya adalah indeks The Fed New York, Empire Index, yang mengukur laju manufaktur di kawasan yang berada di angka 34,3 per September, atau jauh d atas konsensus FactSet yang hanya mengestimasikan angka 17.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 80 poin (+0,2%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 30 menit berbalik menjadi naik 79 poin (+0,23%) ke 34.657,57. Indeks S&P 500 tumbuh 9 poin (+0,2%) ke 4.452,01 dan Nasdaq surut 12,35 poin (-0,08%) ke 15.025,41.


Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 24 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 cenderung flat, sementara Nasdaq melemah sebesar 0,2%. Ketiganya sempat menguat pada dini hari waktu setempat sebelum kemudian terkoreksi.

Sepanjang bulan ini pasar tertekan akibat meningkatnya kecemasan investor menghadapi penyebaran virus Covid-19 varian delta yang menekan prospek pemulihan ekonomi, yang bakal mempengaruhi arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) terkait likuiditas.

Indeks S&P 500 pada Selasa tertekan ke level terendah sejak 20 Agustus. Sementara itu, indeks Nasdaq tertekan dalam 5 hari beruntun. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan indeks saham kecil Russell 2000 tertekan dalam 6 hari terakhir.

"Di tengah kecemasan seputar tekanan ekonomi akhir-akhir ini dan momentum pergantian bisnis, kami masih yakin bahwa pertumbuhan yang kuat akan menunggu di depan dan aktivitas bakal kembali dipercepat," perencana investasi JPMorgan Dubravko Lakos-Bujas, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Dia memperkirakan indeks S&P 500 menggapai level 4.700 akhir tahun ini dan melampaui level 5.000 tahun depan didorong penguatan kinerja keuangan emiten AS. Saham Microsoft lompat lebih dari 1% di sesi pra-pembukaan setelah mengumumkan kenaikan pembagian dividen dan program pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 60 miliar.

Saham energi, yang telah menjadi target investasi populer di antara investor perbankan terkait pemulihan ekonomi, kembali menguat di sesi pra-pembukaan setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melampaui harga US$71. Saham Exxon lompat 1%.

Sementara itu, saham Apple berbalik menguat setelah sempat anjlok pada Selasa setelah mengungkapkan produk-produk terbarunya.

Pada Selasa, Departemen Tenaga Kerja AS merilis data inflasi Agustus yang menunjukkan kenaikan tak terduga sebesar 5,3% (tahunan) dan 0,3% secara bulanan. inflasi inti tercatat hanya 0,1%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading