Duet Maut Ida dan Nicholas Bikin Harga Minyak Tinggal Landas!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 September 2021 08:44
Pengendara motor mengatre untuk mengisi bahan bakar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/9/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Ilustrasi SPBU (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Isu seretnya pasokan minyak di pasar dunia masih menjadi pendongrak harga.

Pada Rabu (15/9/2021) pukul 07:33 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 73,99/barel. Naik 0,53% dari hari sebelumnya.

Sementara yang jenis light sweet harganya US$ 70,9/barel. Bertambah 0,62%.


crudeSumber: Refinitiv

Selepas hantam Badai Ida di Amerika Serikat (AS), produksi migas Negeri Paman Sam belum norma. Saat ini lebih dari 39% produksi migas di wilayah Teluk Meksiko masih belum aktif. Dampak Badai Ida belum selesai, sudah datang Badai Nicholas yang meneror wilayah Texas.

Salah satu daerah yang rawan terdampak Badai Nicholas adalah Corpus Cristi. Kota di Negara Bagian Texas yang namanya berarti Tubuh Kristus ini adalah pintu gerbang utama ekspor migas AS.

Pada 2020, Pelabuhan Corpus Cristi mengirim minyak rata-rata 1,63 juta barel/hari ke berbagai negara. Jumlah ini lebih dari separuh ekspor minyak AS.

"Jadi mungkin akan ada masalah di ekspor-impor. Wilayah di sekitar Houston sekarang terendam banjir," tegas John Kilduff, Partner di Again Capital LLC yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Reuters.

Jadi kalau Badai Nicholas mengamuk dan menyebabkan gangguan di Pelabuhan Corpus Cristi, maka pasokan minyak dar AS ke pasar dunia akan terganggu. Sudah produksi terganggu, distribusi terganggu, harga minyak bisa semakin naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading