Jelang Rilis Data Inflasi AS, Yield Mayoritas SBN Melemah

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
14 September 2021 18:51
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/9/2021), di tengah melemahnya harga obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) jelang rilis data inflasi di level konsumen periode Agustus 2021.

Mayoritas investor kembali memburu SBN pada hari ini, ditandai dengan melemahnya imbal hasil (yield). Hanya SBN bertenor 3, 5 dan 10 tahun yang cenderung dilepas oleh investor dan mengalami penguatan yield.

Yield SBN bertenor 3 tahun naik sebesar 1,9 basis poin (bp) ke level 3,943%, sedangkan yield SBN berjatuh tempo 5 tahun juga naik 1,7 bp ke level 4,878%, dan yield SBN bertenor 10 tahun yang merupakan yield SBN acuan negara kembali menguat 0,9 bp ke level 6,171% pada hari ini.


Yield berlawanan arah dari harga, sehingga turunnya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang menguat, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Investor di pasar obligasi pemerintah pada hari ini cenderung mengabaikan kabar positif dari perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di dalam negeri, di mana konfirmasi kasus positif Covid-19 sudah turun 93% dibandingkan posisi puncak pada pertengahan Juli 2021. Khusus di Jawa-Bali, penurunannya mencapai 96%.

Kemudian kasus aktif juga terus menurun, sekarang sudah di bawah 100.000. Kasus aktif adalah pasien yang masih dalam perawatan, baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri.

"Seiring dengan kondisi Covid-19 membaik, implementasi protokol kesehatan, dan aplikasi Peduli Lindungi, ada penyesuaian yang dilakukan dalam periode minggu ini. Pembukaan bioskop dengan kapasitas 50% di kota Level 2 dan 3 dengan kewajiban aplikasi Peduli Lindungi sertra protokol kesehatan ketat. Hanya ketegori hijau yang diizinkan masuk area bioskop," kata Luhut, Senin (13/9).

Di lain sisi, yield SBN bertenor 10 tahun cenderung mengikuti pergerakan yield obligasi pemerintah AS (Treasury) acuan berjatuh tempo 10 tahun yang juga terpantau menguat pada perdagangan pagi hari waktu AS.

Dilansir data dari CNBC International, yield Treasury benchmark bertenor 10 tahun terpantau menguat sebesar 1,5 bp ke level 1,339% pada pukul 07:00 pagi waktu AS, dari sebelumnya pada penutupan Senin (13/9/2021) kemarin di level 1,324%.

Data inflasi AS dari sisi indeks harga konsumen (IHK) periode Agustus 2021 akan dirilis pada pukul 08:30 hari ini waktu AS atau malam nanti pukul 19:30 WIB. Ekonom dalam survei FactSet memperkirakan angka inflasi akan melonjak 5,3% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Sebelumnya, indeks harga produsen (producer prices index/PPI) Agustus meningkat 8,3% (YoY), menjadi yang tercepat sejak November 2010. Secara bulanan PPI naik 0,7%, di atas estimasi Dow Jones sebesar 0,6%.

Data inflasi diawasi ketat oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), karena hal itu dapat mempertimbangkan kapan harus mulai mengetatkan kebijakan moneternya. The Fed akan memulai pertemuan kebijakan terbarunya pada Selasa (21/9/2021) dan Rabu (22/9/2021) pekan depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading