'Berdarah-darah', Ramayana Tutup 19 Gerai per Semester I-2021

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
10 September 2021 19:03
24 Juli 1996 Ramayana Departement Store IPO

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung telah berdampak sektor ritel tanah air. Salah satu perusahaan yang terdampak adalah PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

"Pada 2021 sudah 19 toko yang kami tutup karena kondisi pandemi dan memang tidak memadai. Kita berdarah-darah di situ. Antisipasinya kita tutup 19 toko," ujar Corporate Secretary RALS Setyadi Surya dalam gelaran Public Expose Live, Jumat (10/9/2021).

Perinciannya, pada 2020, jumlah toko yang ditutup sebanyak 13 toko. Sementara penutupan toko hingga semester I-2021 sebanyak enam toko. Sehingga saat ini jumlah toko yang dimiliki oleh Ramayana sebanyak 102 toko, ditambah dengan empat gerai yang dibuka.

Menurut Setyadi, salah satu alasan penutupan toko adalah pandemi Covid-19 yang memicu pembatasan-pembatasan operasional pusat perbelanjaan. Alasan lain adalah daya beli masyarakat yang anjlok akibat banyak sektor industri yang turun hingga peningkatan jumlah pengangguran.



"Dari 19 gerai yang ditutup, delapan merupakan toko dan bangunan milik Ramayana. Jadi nanti itu akan kita buka lagi tapi tergantung dari arah kebijakan PPKM ini berlangsung. Kita belum bisa antisipasi pandemi kapan selesai," kata Setyadi.

"Nah untuk ekspansi kemungkinan kita hanya me-reopening delapan toko milik sendiri yang ditutup. Waktunya kapan? Kalau bisa Oktober atau November kita lakukan as soon as possible tapi melihat keadaan apakah memadai atau tidak," lanjutnya.

Lalu, bagaimana dengan semester II tahun ini?

"Tidak ada rencana penutupan gerai pada semester kedua tahun ini. Kinerja toko akan dievaluasi secara berkala terutama pada pos biaya yang tidak produktif atau merugi. Kami akan berupaya mempertahankan gerai yang ada, karena pandemi ini bersifat sementara, sehingga penjualan akan membaik," ujar Setyadi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, belanja modal RALS pada tahun ini hanya Rp 32,5 miliar karena tidak melakukan pembelanjaan besar. Selain itu perusahaan memproyeksikan penjualan bisa naik 10%-12% pada tahun ini.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading