Harga Bitcoin cs Berhasil Rebound, Solana Malah Ambles!

Market - chd, CNBC Indonesia
10 September 2021 09:46
Ilustrasi Cardano (Photo by Executium on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) dengan kapitalisasi pasar terbesar terpantau menguat pada perdagangan Jumat (10/9/2021) pagi waktu Indonesia, setelah selama dua hari beruntun mengalami pelemahan.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:15 WIB, dari delapan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, hanya ethereum dan solana yang terpantau melemah pada pagi hari ini.

Koin digital ethereum melemah 0,56% ke level harga US$ 3.494,56/koin atau setara dengan Rp 49.797.480/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.250/US$) dan solana ambruk 8,27% ke level US$ 194,67/koin (Rp 2.774.048/koinnya).


Sementara sisanya berhasil rebound ke zona hijau. Bitcoin menguat 1,31% ke level harga US$ 46.851,29/koin atau Rp 667.630.883/koin, cardano melesat 4,38% ke level US$ 2,56/koin (Rp 36.480koin), binance coin melonjak 5,13% ke US$ 435,06/koin (Rp 6.199.605/koin).

Selanjutnya ripple terbang 7,56% ke US$ 1,19/koin (Rp 16.958/koin), dogecoin bertambah 0,63% ke US$ 0,2563/koin (Rp 3.652/koin), dan polkadot meroket 14,56% ke US$ 31,78/koin (Rp 452.865/koin).

Kripto

Bitcoin kembali diperdagangkan di level psikologis 46.000 pada pagi hari ini, meskipun dalam periode tujuh hari terakhir masih terkoreksi hingga hampir 4%, di tengah kondisi bitcoin yang mulai memasuki zona jenuh jual (oversold),dilihat dari analisa teknikalnya.

Beberapa analis melihat bahwa posisi jual investor saat ini dianggap sebagai retracement sementara dan mengharapkan para pembeli untuk masuk.

"Leverage long memerah dengan tingkat pendanaan yang diatur ulang dan mengharapkan bitcoin untuk melanjutkan perdagangan ke atas," tulis perusahaan investasi kripto, StackFunds dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (8/9/2021).

Di lain sisi dari Eropa pada Kamis malam, bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menyatakan akan memperlambat laju pembelian obligasi bulanannya, yang selama ini ditujukan membantu pelaku usaha mengakses likuiditas melimpah untuk ekspansi di sektor riil.

"Cryptocurrency dan saham telah menjadi penerima manfaat utama dari program peningkatan likuiditas yang telah dilakukan oleh bank sentral di global," tulis Omkar Godbole, dikutip dari CoinDesk.

Di tengah mulai kembali rebound-nya kripto-kripto besar pada pagi hari ini, koin digital solana yang sebelumnya sempat melesat hampir sepekan terakhir mulai menunjukkan pergerakan yang lemah pada pagi hari ini.

Hal ini terjadi karena harga solanda sendiri sudah melesat cukup tinggi, sehingga investor yang berinvestasi di solana cenderung mulai merealisasikan keuntungannya.

Pada perdagangan Kamis kemarin, solana sempat menembus level tertinggi sepanjang masanya di harga US$ 210. Solana pun kini menjadi kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-6.

"Solana telah meroket, bahkan menurut standar kripto," kata Antoni Trenchev, salah satu pendiri perusahaan mata uang digital Nexo, dilansir CNBC International.

Pembuat koin tersebut mengatakan solana akan lebih cepat menguat dan tentunya lebih murah daripada pesaing dan mendukung lebih dari 1.000 transaksi per detik, dengan biaya rata-rata sekitar US$ 0,00025.

Dari kenaikan tersebut, solana berhasil mendapatkan dana senilai US$ 314 juta pada Juni lalu, dipimpin oleh perusahaan modal ventura Silicon Valley Andreessen Horowitz dan hedge fund kripto Polychain Capital.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kripto Mulai Ambles Lagi, Bitcoin Gagal Capai US$ 50.000


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading