Masalah Holding BUMN Pangan: Cuma 3 Perseroan yang 'Hijau'

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
09 September 2021 15:59
PLN produksi oksigen. Doc PLN.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembentukan holdingĀ BUMN klaster pangan bukan perkara mudah. Sebab, tidak semua perusahaan membukukan kinerja keuangan yang positif. Ke depan, Kementerian BUMN menargetkan semua perusahaan yang tergabung dalam holding sudah membukukan kinerja yang positif.

"Kami tidak boleh cengeng dengan tidak adanya PMN, gak bisa bekerja tapi kami kerjakan. PMN dari BNI dan BRI dan lainnya untuk penguatan working capital. Sampai hari ini RNI masih bankable. Dari 8 BUMN klaster pangan yang positif hanya dua-tiga sama RNI, sehingga ini PR yang harus kita selesaikan," kata Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) Arief Prasetyo dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (9/9/2021).

Menurut Arief, saat ini hanya tiga perusahaan termasuk RNI yang membukukan keuangan yang hijau dari delapan perusahaan yang tergabung dalam holding. Sementara untuk merubah kondisi rapor BUMN yang merah bukan persoalan mudah.

"Target dari pak wamen ini membuat hijau semua. Karena ini berlangsung sudah lama dan tidak bisa seperti membalikkan tangan, tapi kita perbaiki satu persatu. Dari human capital, keuangan hingga komersial," kata Arief.



Dia mencontohkan salah satu BUMN yang sudah diperbaiki misalnya PT Pertani yang sudah menghasilkan beras premium. Arief juga menginginkan pangsa pasar dari BUMN klaster pangan ini semakin lebar, yang saat ini masih banyak kalah dari competitor.

Begitu juga IT dan supply chain, melihat kondisinya saat ini belum terintegrasi. Menurut Arif, akan disiapkan basis teknologi Internet of Things (IoT) dengan interface yang sederhana supaya semua anggota holding BUMN bisa terkoneksi secara paralel.

"Sehingga end to end dari produksi sampai customer itu sudah ada. Jadi kalau kita produksi gabah kering panen sampai terakhir ada semua, juga peningkatan market share dari web market, general trade paralel seperti modern channel sudah masuk produk kita, hingga online store," jelasnya.

Lalu sinkronisasi BUMN pangan hari ini yang ada di hulu atau grower, pascapanen, pergudangan, hingga ritel. Arief mengatakan konsepnya semua sudah dikerjakan. Oleh karena itu, pihaknya meminta PMN Rp 1,2 triliun untuk modal kerja mendapatkan pendapatan dan meningkatkan bottom line perusahaan.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Restui PMN Rp 52,03 Triliun ke 8 BUMN


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading