El Salvador Effect, Bitcoin Cs Masih Loyo kecuali Solana

Market - chd, CNBC Indonesia
09 September 2021 10:25
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/9/2021) pagi waktu Indonesia, di tengah hadirnya sentimen negatif di pasar kripto pada hari ini.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:15 WIB, dari delapan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, hanya koin digital solana yang masih melesat pada pagi hari ini.

Koin digital solana melesat 18,67% ke level harga US$ 210,67/koin atau setara dengan Rp 3.006.261/koinnya pada pagi hari ini (asumsi kurs hari ini Rp 14.270/US$).


Sementara sisanya kembali ambles. Bitcoin merosot 2,09% ke level harga US$ 46.249,09/koin atau Rp 659.974.514/koin, ethereum melemah 0,25% ke level US$ 3.515,23/koin (Rp 50.162.332/koin), cardano ambles 3,43% ke US$ 2,45/koin (Rp 34.962/koin).

Berikutnya binance coin tergelincir 2,13% ke US$ 414,37/koin (Rp 5.913.060/koin), ripple terkoreksi 3,38% ke US$ 1,1/koin (Rp 15.697/koin), dogecoin ambruk 2,86% ke US$ 0,2548/koin (Rp 3.636/koin), dan polkadot ambrol 2,95% ke US$ 27,75/koin (Rp 395.993/koin).

Kripto

Bitcoin kembali diperdagangkan di zona merah pada pagi hari ini karena para trader merespons dari volatilitas kripto. Hal ini membuat beberapa analis mengharapkan konsolidasi lebih lanjut dan adanya kenaikan meskipun terbatas dalam waktu dekat.

September biasanya merupakan bulan yang lemah untuk bitcoin, namun penguatan yang kuat dapat terjadi di bulan berikutnya yakni November.

Pekan lalu, indeks ketakutan dan keserakahan kripto (crypto fear and greed index) memasuki wilayah "extreme greed", terutama karena periode volatilitas rendah yang kembali terjadi, menurut Arcane Research. Saat ini, ukuran sentimen kripto lainnya tampaknya berada di wilayah netral.

Tindakan regulasi baru-baru ini berkontribusi pada sentimen negatif saat ini. Pekan lalu, Komisi Sekuritas dan Pertukaran (Securities and Exchange Commission/SEC) Amerika Serikat (AS) memberikan notasi Wells kepada perusahaan pertukaran kripto terbesar di AS, Coinbase.

Pemberian notasi ini dilakukan karena Coinbase terindikasi meluncurkan produk 'Lend', produk pinjaman berbunga di aset kripto.

"Langkah yang terlalu besar tampaknya telah dipicu oleh kekhawatiran investor akan peraturan dari regulator," tulis perusahaan perdagangan kripto QCP Capital dalam obrolan Telegram oleh CoinDesk.

Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal menulis pada Selasa malam postingan blog-nya bahwa SEC AS telah mengirimi peringatan 'Wells' dan mengancam akan menuntut perseroan jika pihaknya masih meluncurkan produk 'Lend', dengan menawarkan imbal hasil sebesar 4% secara tahunan pada deposito stablecoin USDC.

Sementara itu pada kemarin, El Salvador resmi mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negarai Amerika Latin tersebut.

Namun, bukannya menjadi katalis positif, langkah El Salvador tersebut malah menjadi katalis negatif dan membuat harga kripto berjatuhan dimulai pada perdagangan kemarin hingga pagi ini, termasuk bitcoin.

Hal ini karena infrastruktur teknologi di negara tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan cepat dan lancar, apalagi ditambah dengan aksi protes warga yang tidak percaya membuat langkah pemerintah El Salvador mengadopsi bitcoin dinilai tidak berjalan lancar.

Beberapa analis mengatakan langkah El Salvador yang sudah mengadopsi mata uang kripto dinilai baik sebagai hal inovasi apa pun, namun mereka tetap akan mengalami kesulitan menerapkannya karena volatilitas mata uang harus diselesaikan.

"Bitcoin telah ditawarkan ke populasi yang sebagian besar tidak memiliki rekening bank di El Salvador di mana hal ini sebagai sarana tabungan yang efektif dan penyimpan nilai bagi penggunanya," kata Ganesh Viswanath-Natraj, asisten profesor keuangan di Warwick Business School di Inggris, dilansir dari Reuters.

Di tengah ambruknya kripto pada hari ini, koin digital solana hingga pagi hari ini masih unjuk gigi dengan melesat hingga lebih dari 18%. Bahkan dalam sepekan terakhir solana telah meroket hingga 90% lebih.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading