Asing Net Buy, IHSG Kurangi Laju Koreksi di Closing Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
07 September 2021 11:48
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berayun ke zona merah pada perdagangan sesi pertama Selasa (7/9/2021), di tengah serbuan aksi beli pemodal asing terhadap saham-saham unggulan.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.123,448 atau turun 3,5 poin (-0,06%) pada penutupan siang. Dibuka naik 0,15% ke 6.135,87, indeks acuan utama bursa ini menyentuh level tertinggi hariannya tepat pukul 09:00 WIB pada 6.145,489.

Selepas itu, IHSG berbalik melemah dan setelah sempat berfluktuasi hingga akhirnya terperosok ke zona merah dan menyentuh level terendah hariannya pada 6.111,85 pada pukul 10:20 WIB. Sebanyak 232 saham melemah, 250 lain menguat, dan 151 sisanya flat.


Namun, laju koreksi berkurang pukul 10:30 WIB setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa Agustus yang melonjak US$ 7,5 miliar, menjadi US$ 144,8 miliar, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah republik ini.

Lonjakan cadev tersebut mengonfirmasi dugaan bahwa kondisi likuiditas global masih berlimpah, yang membuat investor asing kian nyaman untuk belanja saham hari ini, karena yakin asing akan masuk dan membantu dari sisi demand.

Hari ini, mayoritas investor asing memang cenderung memilih memborong saham, sehingga mencetak pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 178,9 miliar. Namun, nilai transaksi bursa menipis menjadi Rp 5,6 triliun yang melibatkan 13 miliaran saham dalam transaksi sebanyak 848.000-an kali.

Oleh karenanya, kondisi banjir likuiditas masih akan terjaga setidaknya di September ini. Tatkala likuiditas global masih berlimpah, Indonesia melaporkan kemajuan penanganan pandemi, sehingga memberikan alas fundamental bagi penguatan saham dalam jangka pendek.

Tak hanya mencetak perlandaian kasus baru, Indonesia juga mempercepat laju vaksinasi. Per 4 September, 104.384.321 dosis vaksin telah disuntikkan, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan vaksinasi terbanyak keenam di dunia, dan ketiga di Asia mengekor India dan Jepang.

Saham yang diborong asing terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pembelian masing-masing sebesar Rp 75 miliar dan Rp 61 miliar. Keduanya menguat masing-masing sebesar 0,2% dan 2,4% ke Rp 32.950 dan Rp 6.350/unit.

Sebaliknya, aksi jual oleh investor asing menimpa saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan nilai penjualan masing-masing sebesar Rp 16,9 miliar dan Rp 8,7 miliar. Saham MNCN flt di Rp 870 sedangkan UNVR naik 0,5% menjadi Rp 4.270/unit.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) memimpin dengan nilai Rp 190,9 miliar dan Rp 179,8 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 178,9 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading