Amazon Buka Lowongan Gaji Rp 48 Juta Sebulan, Tertarik?

Market - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
04 September 2021 13:15
FILE - In this March 30, 2020 file photo, workers at Amazon's fulfillment center in Staten Island, N.Y., gather outside to protest work conditions in the company's warehouse in New York. Amazon fired a worker who staged the walkout to demand greater protection against the new coronavirus, saying the employee himself flaunted distancing rules and put others at risk.  The decision prompted a rebuke from New York Attorney General Letitia James, who called on the National Labor Relations Board to investigate. (AP Photo/Bebeto Matthews, File )

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan e-commerce milik Jeff Bezos Amazon.com Inc (AMZN.O) berencana membuka lapangan pekerjaan hingga 55.000 orang.

Lowongan itu sama dengan lebih dari sepertiga jumlah karyawan Google per 30 Juni, dan Facebook.


Chief Executive Andy Jassy mengatakan kepada Reuters bahwa lowongan ini dibuka di seluruh dunia. Amazon memang ingin mengembangkan bisnis ritel, cloud, periklanan dan sejumlah lini bisnis lainnya.

Siapa sangka, gaji yang ditawarkan Amazon untuk sejumlah pekerjaan mulai dari US$ 15 setara dengan Rp 231.750 per jam hingga US$ 17 atau Rp 242.250 per jam. Perlu dicatat itu adalah gaji minimum yang akan didapatkan karyawan Amazon.

Jadi jika diasumsikan rata-rata 8 jam kerja per hari dan 25 hari per bulan, maka para pekerja bisa mengantongi Rp 1,9 juta/hari atau Rp 48,45 juta/bulan.

Jassy mengatakan lowongan pekerjaan ini diharapkan bisa membantu orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat terdampak pandemi COVID-19.

Dia mengatakan perusahaan dalam waktu dekat akan meluncurkan satelit ke orbit untuk memperluas akses broadband. Ini tentunya membutuhkan banyak karyawan baru juga.

Dengan pameran pekerjaan tahunan Amazon yang dijadwalkan akan dimulai pada 15 September, Jassy berharap sekarang adalah saat yang tepat untuk merekrut.

"Ada begitu banyak pekerjaan selama pandemi yang telah dipindahkan atau diubah, dan ada begitu banyak orang yang memikirkan pekerjaan yang berbeda dan baru," kata Jassy.

"Ini adalah bagian dari apa yang kami pikir membuat 'Career Day' begitu tepat waktu dan sangat berguna," tambah ia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dengan adanya penambahan 55.000 pekerja baru nantinya, akan meningkatkan 20% staf di bidang teknologi dan perusahaan Amazon, yang saat ini berjumlah sekitar 275.000 secara global.

Langkah Amazon ini menjadi perhatian khusus bagi serikat pekerja AS, International Brotherhood of Teamsters. Mengingat Amazon menjadi perusahaan yang selalu diterpa kabar memberikan jam kerja yang berlebihan di tengah pandemi COVID-19.

Setelah pertempuran itu, Jeff Bezos, CEO yang digantikan Jassy, mengatakan Amazon membutuhkan visi yang lebih baik untuk karyawan.

Saat ditanya bagaimana perusahaan dapat mengubah budaya tempat kerja Amazon yang disebut menekan pekerja. Jassy memastikan akan terus membuat perbaikan.

"Semua orang di perusahaan memiliki kebebasan - dan sungguh, harapan - untuk melihat secara kritis bagaimana itu bisa lebih baik dan kemudian menemukan cara untuk membuatnya lebih baik," papar ia.

Posisi yang dipasarkan Amazon seperti peran teknik, ilmu penelitian dan robotika, yang sebagian besar baru bagi perusahaan daripada pekerjaan yang dihentikan orang lain, katanya.

Dalam pembukaan kembali ekonomi AS, dan pengetatan pasar tenaga kerja, beberapa perusahaan telah berjuang untuk mengisi lowongan dan menyeimbangkan pekerjaan jarak jauh dan tatap muka.

Amazon, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai "budaya kantor-sentris," kemudian memutar balik visinya dan menawarkan pekerja kesempatan untuk menghabiskan hanya tiga hari seminggu di kantornya secara langsung mulai tahun depan.

Amazon sendiri sudah mempekerjakan lebih dari 500.000 orang pada tahun 2020, sebagian besar di gudang dan operasi pengiriman. Daerah itu memiliki omset yang signifikan.

Jassy mengatakan Amazon sangat kompetitif di sisi kompensasi. "Kami telah memimpin dalam upah minimum $15," dan untuk beberapa negara bagian rata-rata bahwa "sungguh, gaji awal adalah $17 per jam," papar ia.

Dari lebih dari 55.000 pekerjaan yang diumumkan Jassy, lebih dari 40.000 akan berada di Amerika Serikat, sementara sisanya akan berada di negara-negara seperti India, Jerman, dan Jepang.

Sebelumnya, Amazon menjanjikan pesta perekrutan teknologi besar pada tahun 2017, ketika mencari lokasi untuk kantor pusat keduanya.

Pejabat di kota-kota dan negara bagian di seluruh Amerika Utara menyukai perusahaan itu karena pekerjaan dan pajaknya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

5 Juli 2021, Jeff Bezos Mundur Dari CEO Amazon


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading