Ini Dia Booster Buat IHSG, Kinerja Hijau Bursa Asia

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
02 September 2021 08:50
A currency trader walks by screens showing the Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), left, and the foreign exchange rate between U.S. dollar and South Korean won at the foreign exchange dealing room in Seoul, South Korea, Thursday, Feb. 7, 2019. Asian shares were mostly higher Thursday on news that the Reserve Bank of Australia may cut interest rates, driving hopes that other central banks could come to the same conclusion. (AP Photo/Lee Jin-man)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis (2/9/2021), di tengah variatifnya bursa saham Amerika Serika (AS) pada penutupan perdagangan dini hari, karena pelaku pasar sedikit kecewa dengan data ketenagakerjaan terbaru.

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,55%, Hang Seng Hong Kong melesat 0,65%, Shanghai Composite China naik tipis 0,03%, dan Straits Times Singapura terapresiasi 0,16%.

Sementara untuk indeks KOSPI Korea Selatan dibuka melemah 0,3% pada hari ini, setelah rilis data final pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun 2021.


Kabar seputaran vaksin virus corona (Covid-19) datang dari Jepang, di mana Moderna dan Takeda Pharmaceutical mengumumkan pada Rabu (1/9/2021) kemarin bahwa mereka akan bekerja sama dengan otoritas Jepang untuk menarik kembali beberapa batch vaksin setelah ditemukannya kontaminan stainless steel di beberapa botol vaksin.

Sementara itu dari Korea Selatan (Korsel), data pertumbuhan ekonomi final kuartal kedua tahun 2021 telah dirilis pada hari ini.

Berdasarkan data dari Trading Economics, pertumbuhan ekonomi Negeri Ginseng yang tergambarkan pada Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2021 tercatat tumbuh signifikan menjadi 6% secara tahunan (year-on-year/YoY), dari sebelumnya pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 1,9%.

Tumbuhnya PDB Korsel secara tahunan merupakan pertumbuhan tercepat dalam satu dekade dan lebih tinggi dari ekspektasi ekonomi yang memperkirakan tumbuh menjadi 5,9%.

Namun dalam basis kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), PDB Korsel tercatat turun menjadi 0,8%, dari sebelumnya pada kuartal I-2021 sebesar 1,7%.

Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), bursa saham Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat, namun penguatannya cenderung tipis pada perdagangan Rabu (1/9/2021) waktu AS, merespons data ketenagakerjaan yang berada di bawah ekspektasi pasar dan jelang rapat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,03% ke level 4.524,09 dan Nasdaq Composite menguat 0,33% ke posisi 15.309,38. Namun untuk indeks Dow Jones lagi-lagi melemah 0,14% ke level 35.312,53.

Data ADP National Employment menunjukkan Negara Adidaya itu bulan lalu mencetak 374.000 slip gaji baru. Angka itu jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 600.000.

Laporan itu mengawali rilis slip gaji yang akan dikeluarkan pada Jumat, di mana ekonom dalam polling Dow Jones memprediksi 720.000 slip gaji baru diterbitkan, dengan angka pengangguran 5,2%.

Sepanjang tahun berjalan, indeks S&P 500 menguat lebih dari 20% tanpa sekalipun terkoreksi hingga di bawah 5%. Indeks acuan utama bursa AS ini ditutup di atas rerata pergerakan 200 hari yang mengindikasikan bahwa nuansa bullish masih kuat.

Namun, beberapa pihak mengingatkan potensi koreksi pada September karena sejak Oktober tahun lalu belum ada koreksi terhadap bursa AS terutama jelang rapat The Fed pada September dan berlanjutnya kekhawatiran penyebaran virus Covid-19 varian Delta.

Merespons data ketenagakerjaan yang kurang memuaskan tersebut, imbal hasil (yield) acuan obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun ditutup flat pada perdagangan dini hari tadi. Untuk yield 10 tahunnya berada di 1,3% sementara untuk yield 30 tahun mendekati 1,92%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading