Berkah Batu Bara, Laba Bukit Asam Naik 38% Jadi Rp 1,77 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 September 2021 10:30
1 tahun Operasi, PTBA-Pertamina Targetkan 40% Saham Proyek Gasifikasi (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pertambangan baru bara milik BUMN, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang semester I-2021 membukukan laba bersih senilai Rp 1,77 triliun. Laba ini tumbuh 38% secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya Rp 1,28 triliun di akhir Juni 2020.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan, pendapatan perusahaan secara YoY tumbuh 14,18% menjadi Rp 10,29 triliun dari sebelumnya senilai Rp 9,01 triliun.

Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan perusahaan juga naik menjadi Rp 6,74 triliun dari Rp 6,46 triliun.


Pada periode tersebut, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 838,54 miliar dari sebelumnya Rp 868,49 miliar. Namun beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp 451,78 miliar dari Rp 341,84 miliar.

Penghasilan lainnya bertambah menjadi Rp 68,42 miliar dari Rp 44,47 miliar. Sementara penghasilan malah berkurang menjadi Rp 98,57 miliar dari sebelumnya Rp 213,26 miliar.

Biaya keuangan perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini turun menjadi Rp 51,17 miliar dari sebelumnya Rp 68,81 miliar.

Perusahaan juga membukukan kerugian atas entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp 14,33 miliar, dari sebelumnya untung Rp 259,53 miliar.

Pada periode tersebut, tercatat nilai aset PTBA menjadi sebesar Rp 27,04 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2020 yang senilai Rp 24,05 triliun. Aset lancar tercatat mencapai Rp 10,20 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 16,84 triliun.

Di pos liabilitas, terjadi penambahan sepanjang semester I-2021 menjadi Rp 9,53 triliun dari sebelumnya Rp 7,11 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 5,47 triliun dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 4,06 triliun.

Ekuitas perusahaan di akhir Juni 2021 lalu mencapai Rp 17,50 triliun, naik tipis dari posisi akhir Desember 2020 yang sebesar Rp 16,93 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Strategi Garuda Bayar Utang Gaji Karyawan Rp 333 M


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading