Begini Rencana Antam Garap 'Harta Karun' Gunung Emas Perawan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
31 August 2021 17:35
Laba Bersih Antam Melesat 540% (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengenai rencana PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk menggarap gunung emas Papua bernama Blok Wabu hingga saat ini masih menunggu kebijakan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan blok ini memang telah dikembalikan oleh PT Freeport Indonesia kepada negara sejak beberapa tahun yang lalu. Namun proses penyerahan pengelolaan ini nantinya akan melalui proses yang akan diselenggarakan oleh kementerian tersebut.

"Wabu posisinya di Kementerian ESDM, belum ada apa-apa ke kami. Penawaran satu area akan ditawarkan ke negara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian BUMN, BUMD, baru swasta, begitu urutannya," kata Orias dalam konferensi pers, Selasa (31/8/2021).


"Wabu ini adalah wilayah Blok B yang diserahkan balik oleh Freeport pada saat 2017-2018 yang lalu. Dan memang itu memiliki kandungan emas, katanya, karena kan belum dikasih ke kami, jadi kami ga bisa komentar banyak. Tapi posisinya masih di sana [Kementerian ESDM], belum ke mana-mana," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, MIND ID mendapatkan permintaan dari pemerintah Provinsi Papua untuk mengelola gunung emas di Blok Wabu. Kemudian, pengelolaan ini diserahkan Inalum kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai produsen emas.

Saat itu Orias menjelaskan, pengelolaan tambang emas bekas lahan tambang PT Freeport Indonesia oleh Antam masih dalam tahap awal.

"Ada surat dari Gubernur yang menyerahkan pengelolaan ke MIND ID, tapi yang ahli emas adalah Antam, akan serahkan ke Antam tindak lanjuti. Kami akan kerja sama dengan pemda untuk tambang di Papua, ini masih tahap awal," kata Orias dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Selasa (29/9/2020).

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir telah mengirim surat kepada Menteri ESDM, Arifin Tasrif, agar Antam bisa mengelola bekas lahan tambang Freeport Indonesia tersebut.

Menurut Erick ini perlu dilakukan agar Antam tidak hanya mengandalkan bisnis perdagangan (trading) emas, tetapi juga mengelola tambang emasnya sendiri. Apalagi, imbuhnya, jumlah karyawan Antam mencapai seribuan, sangat sayang bila tidak mengelola tambang sendiri.

Sebagai kilas balik, Blok Wabu dikembalikan PT Freeport Indonesia kepada pemerintah pusat pada awal Juli 2015 lalu sebagai bagian dari kesepakatan dalam amandemen kontrak karya dimana saat itu Freeport membutuhkan kepastian perpanjangan operasi tambang yang akan berakhir pada 2021.

Adapun potensi emas di Blok Wabu ini sebesar 4,3 juta ton bijih emas berkadar emas (Au) 2,47 gram per ton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Antam Cs Jual Emas Batangan 'Receh' Pecahan 0,1 Gram


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading