Bursa Asia Balas Dendam, Kompak Ditutup Melesat Hijau

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
30 August 2021 16:52
Kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 23 Juli 2020. (AP/Ahn Young-joon) (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Asia ditutup cerah bergairah pada perdagangan Senin (30/8/2021), mengikuti tren perdagangan positif di pasar global menyusul angin segar dari Amerika Serikat (AS).

Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,54% ke level 27.789,29, Hang Seng Hong Kong bertambah 0,52% ke 25.539,54, Shanghai Composite China naik 0,17% ke 3.528,15, Straits Times Singapura melesat 0,69% ke 3.102,11, KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,33% ke 3.144,19, dan Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,71% ke 6.144,90.

Pelaku pasar saham di Asia pada hari ini sedang optimis, setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memberikan kepastian bahwa tak ada kenaikan suku bunga acuan tahun ini, selain kebijakan tapering (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder).


Dalam sambutannya di ajang Jackson Hole, simposium tahunan The Fed yang dihadiri pejabat bank sentral dari seluruh dunia, Ketua The Fed, Jerome Powell menyatakan bahwa pembelian obligasi bulanan-senilai US$ 120 miliar yang selama ini dijalankan-akan dikurangi sebelum tahun baru.

Namun, dia menegaskan bahwa kebijakan tapering tersebut bakal dijalankan terpisah atau tidak bersamaan dengan kebijakan penaikan suku bunga acuan.

Menurut dia, perlu lebih banyak tes sebelum kebijakan penaikan suku bunga dijalankan dan dia tidak melihatnya bakal terlaksana tahun ini. Pasar pun yakin tidak akan ada taper tantrum dalam waktu dekat.

Di tengah sikap optimisme pasar Asia pada hari ini, ada sedikit kabar buruk datang dari China, di mana pemerintah setempat berencana membatasi perusahaan teknologi mereka yang mencatatkan sahamnya di bursa AS, sebagaimana diberitakan di Wall Street Journal.

Sementara itu, kontrak berjangka (futures) indeks saham AS juga terpantau menguat tipis pada perdagangan Senin hari ini waktu setempat.

Pasar di AS berpeluang menguat menyusul jadwal rilis data tenaga kerja per Agustus pada Jumat. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan angka 750.000 lapangan kerja tercipta pada Agustus sementara angka pengangguran anjlok menjadi 5,2%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading