Pasar Masih Optimistis, Dow Jones Dibuka Menguat 52 Poin

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
27 August 2021 20:55
Specialist trader Meric Greenbaum works at his post on the floor of the New York Stock Exchange, (NYSE) in New York, U.S., March 22, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat (27/8/2021), jelang simposium Jackson Hole yang diprediksi bakal berisi pengumuman pengetatan likuiditas pasar dalam kebijakan moneter AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 52,3 poin (+0,15%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 15 menit menjadi 115,3 poin (+0,33%) ke 35.328,43. Indeks S&P 500 tumbuh 15,5 poin (+0,35 %) ke 4.485,53 dan Nasdaq bertambah 36,8 poin (+0,25%) ke 14.982,63.

Harga saham Gap melompat nyaris 5% di pembukaan setelah perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartal II-2021 yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Saham energi menguat menyusul kenaikan kembali harga minyak mentah dunia.


Fokus investor global masih tertuju pada Jackson Hole, simposium tahunan The Fed yang akan berlangsung Kamis dan Jumat. Acara ini menghadirkan para bankir sentral dari seluruh dunia untuk membahas kebijakan moneter masing-masing negara.

Ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidato yang akan disiarkan langsung pada Jumat (27/8/2021) pukul 10.00 pagi waktu AS atau pukul 21:00 WIB. Pidato berjudul "The Economic Outlook" itu diperkirakan menyinggung nasib program pembelian obligasi bulanan senilai US$ 120 miliar yang selama ini dijalankan The Fed.

Investor akan mencermati pidato Powell tersebut dan memantau kapan The Fed akan mulai meluncurkan program tapering tersebut. Selama tidak ada kepastian mengenai hal tersebut, pasar akan terus bergerak volatil.

"The Fed mungkin memulai Tapering pembelian obligasinya segera, yang memicu kecemasan di Wall Street [pasar saham] dan Main Street [sektor riil]," tutur Lindsay Bell, Kepala Perencana Investasi Ally Invest, sebagaimana dikutip CNBC International.

Di luar itu, investor juga mencermati rilis sentimen konsumen yang akan dirilis Jumat pagi. Demikian juga perkembangan di Afghanistan di mana 13 tentara AS tewas dan 18 lainnya terluka akibat serangan bom bunuh diri organisasi teroris ISIS.

Kemarin, indeks saham AS kompak melemah. Dow Jones menghentikan reli 4 hari beruntunnya sementara S&P 500 dan Nasdaq memangkas reli mereka yang ke-5 hari beruntun. Dow Jones anjlok 192,4 poin (-0,5%) sementara S&P dan Nasdaq kompak tertekan 0,6%.

Sepanjang pekan berjalan, Dow menguat 0,3%, S&P 500 tumbuh 0,6%, dan Nasdaq melonjak 1,6%. Adapun sepanjang bulan berjalan, ketiganya masih terhitung menguat, masing-masing sebesar 0,8%, 1,7%, dan 1,9%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading