Korsel Naikkan Suku Bunga Acuan, IHSG Ditutup Merah di Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 August 2021 11:53
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada perdagangan sesi pertama Kamis (26/8/2021), di tengah kecenderungan investor keluar dari pasar setelah terlihat awal pengetatan moneter yang diawali di Korea Selatan.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.058,224 atau melemah 55 poin (-0,9%) pada penutupan siang. Dibuka melemah 0,1% ke 6.114,667, indeks acuan utama bursa ini sempat menguat tepat pukul 09:00 WIB ke 6.119,657 yang juga level tertinggi hariannya.

Namun selepas itu, IHSG terus tertekan hingga menyentuh level terendah hariannya pada 6.054,463 beberapa menit jelang penutupan sesi pertama. Sebanyak 292 saham melemah, 162 lain menguat, dan 183 sisanya flat.


Nilai transaksi bursa mencapai Rp 7 triliun yang melibatkan 13 miliaran saham dalam transaksi sebanyak 818.000-an kali. Mayoritas investor asing melepas kepemilikannya, dengan posisi penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 152,63 miliar.

Aksi jual asing terutama menimpa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dengan nilai penjualan masing-masing sebesar Rp 32,5 miliar dan Rp 16,7 miliar. Saham BBCA drop 1,4% ke Rp 32.525 sedangkan INKP lompat 3,3% ke Rp 7.025/unit.

Sebaliknya, saham yang diborong asing adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan nilai pembelian masing-masing sebesar Rp 19,2 miliar dan Rp 7,9 miliar. Keduanya bergerak berlawanan arah, dengan koreksi BUKA sebesar 3,3% ke Rp 875 sedangkan UNTR naik 0,4% ke Rp 19.200/unit.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) memimpin dengan nilai Rp 302 miliar diikuti PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) senilai Rp 247,7 miliar, dan BBCA senilai Rp 198,8 miliar.

Koreksi IHSG terjadi bersamaan dengan tren di kawasan Asia Pasifik yang mayoritas melemah, dipimpin indeks Hang Seng Hong Kong dengan koreksi sebesar 1,44%. Sebaliknya, indeks bursa Malaysia memimpin penguatan, dengan reli sebesar 0,6%.

Bank of Korea mengumumkan menaikkan suku bunga acuannya, sesuai dengan konsensus pasar, menjadi 0,75%. Sebelumnya, bank sentral Korea Selatan ini mempertahankan suku bunga dasarnya di posisi terendah 0,5%.

Pasar cenderung cemas karena kebijakan tersebut ditafsirkan menjadi awal tren berbaliknya iklim moneter longgar yang selama ini dipertahankan di berbagai negara maju, dan memicu masuknya dana-dana berlebih di pasar model mereka ke negara berkembang.

Ketika moneter ketat mulai diberlakukan, maka risiko terjadinya capital outflow pun terbuka kian lebar, terutama jika negara maju telah berhasil mengendalikan penyebaran virus Covid-19 sementara negara berkembang masih kedodoran, sehingga pemulihan ekonomi mereka tertinggal.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Naik di Awal Sesi Perdagangan, IHSG Ditutup Melemah


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading