Bursa AS Terindikasi Flat Usai Aksi Cetak Rekor Tertinggi

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
25 August 2021 18:44
wall street

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) cenderung flat pada Rabu (25/8/2021), karena investor menyusun rencana trading selanjutnya setelah kemarin indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh level tertinggi baru.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average menguat 23 poin dari nilai wajarnya, sementara kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq cenderung flat. Padahal, di sesi pra-pembukaan hari ini, saham Amazon dan Apple menguat masing-masing sebesar 0,3%.

Nasdaq kemarin ditutup menyentuh rekor tertinggi barunya pada 15.019,80 sehingga sepanjang tahun berjalan terhitung menguat 16%. Itu adalah aksi cetak rekor tertinggi baru yang ke-29 sepanjang tahun ini.


Pasar mulai optimistis bahwa penyebaran virus Covid-19 varian delta telah mencapai titik tertingginya. Analis Fundstrat Tom Lee menilai hal ini terlihat dari turunnya tingkat penularan di Florida dan Texas.

"Dalam 31 tahun terakhir, ada 9 contoh di mana indeks S&P 500 mencetak kenaikan 10% dalam 8 bulan pertama. Secara rata-rata pada 4 bulan selanjutnya, relinya sebesar 8,4%," tulisnya dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Fokus investor global pekan ini masih berpusar pada Jackson Hole, simposium tahunan The Fed yang akan berlangsung Kamis dan Jumat. Acara ini menghadirkan para bankir sentral dari seluruh dunia untuk membahas kebijakan moneter masing-masing negara.

Ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidato yang akan disiarkan langsung pada Jumat (27/8/2021) pukul 10.00 pagi waktu AS atau pukul 21:00 WIB. Pidato berjudul "The Economic Outlook" itu diperkirakan menyinggung nasib program pembelian obligasi bulanan senilai US$ 120 miliar yang selama ini dijalankan The Fed.

Investor akan mendengarkan dengan cermat pidato Powell tersebut dan akan memantau kapan The Fed mungkin akan mulai meluncurkan program tapering tersebut. Namun sejauh ini, mereka memperkirakan bank sentral terkuat dunia tersebut tidak akan terburu-buru.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading