Analisis

Trio Saham BUMN Diborong Asing, Apa Katalisnya?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
25 August 2021 15:25
Employees of Indonesia's largest telecommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) work at Plasa Telkom building in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah ramainya investor asing masuk ke bursa RI sejak awal tahun ini, tercatat setidaknya tiga saham emiten BUMN yang paling banyak mencatatkan beli bersih (net buy) asing.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu ini (25/8/2021) per sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah naik 2,19% secara year to date (ytd) ke posisi 6.111,274. Seiring dengan penguatan IHSG tersebut, asing melakukan aksi beli bersih Rp 9,35 triliun di pasar reguler dan beli bersih Rp 8,06 triliun di pasar negosiasi dan tunai secara year to date.

Adapun, tiga saham pelat merah yang paling banyak diborong asing secara ytd adalah emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), emiten perbankan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).


Berikut kinerja saham dan besaran net buy asing di ketiga saham tersebut.


Mengacu pada data di atas, saham TLKM menjadi yang paling banyak dikoleksi asing dengan capaian net buy Rp 5,3 triliun. Seiring dengan itu, harga saham TLKM juga naik 1,81% secara ytd ke Rp 3.370/saham.

Besarnya minat investor asing ke saham TLKM memang cukup beralasan, lantaran emiten ini memiliki fundamental yang baik dan prospek yang cerah. Apalagi, Telkom menjadi 'raja' pasar telekomunikasi di Tanah Air saat ini.

Mengenai kinerja terbaru, TLKM mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 6,01 triliun pada kuartal pertama 2021, naik 2,59% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 5,86 triliun. Bahkan secara tahunan (annualized) tercatat laba bersih TLKM melesat 15,71%.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, pada periode 3 bulan pertama di tahun ini, Telkom membukukan pendapatan senilai Rp 33,94 triliun.

Sepanjang tahun ini, Telkom juga getol menjalin kerja sama untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Pada akhir Juli lalu, misalnya, pihak Telkom mengaku saat ini tengah dalam pembicaraan dengan perusahaan perjalanan luar angkasa dan komunikasi milik Elon Musk, SpaceX.

Kerja sama ini rencananya akan berkisar mengenai pemanfaatan satelit untuk jasa komunikasi, yakni untuk meningkatkan konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.

Telkom juga masuk ke bisnis data center, seiring dengan potensi bisnis di sektor ini di tengah akselerasi ekonomi digital yang kian cepat.

Pada bulan lalu, Telkom juga mengumumkan kerja sama dengan Etisalat Group, perusahaan telekomunikasi Uni Emirat Arab (UEA) dan akan berinvestasi senilai US$ 100 juta atau setara Rp 1,45 triliun (kurs Rp 14.500/US$) di bisnis data center. Investasi tersebut akan dilakukan di Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau.

Tidak hanya itu, TLKM juga melakukan penetrasi ke sejumlah startup-startup Tanah Air lewat anak usahanya MDI Ventures dan TMI (Telkomsel Mitra Inovasi). Startup-startup raksasa yang masuk ke dalam portofolio anak usaha TLKM adalah fintech Kredivo dan decacorn GoTo.

Simak Analisis untuk Saham BBRI dan BMRI!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading