Harga Bitcoin cs Bergairah Sepekan, Ada yang Meroket 138%

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 August 2021 10:25
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga aset kripto (cryptocurrency) kembali bergairah dalam beberapa perdagangan akhir-akhir ini. Dalam sepekan, mayoritas aset kripto raksasa atau dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar cenderung melesat.

Menurut data Coinmarketcap, pukul 09.43 WIB, harga koin kripto terbesar Bitcoin melorot 0,35% dibandingkan hari sebelumnya, yang sebesar US$ 48.837,44/koin.

Dengan ini, Bitcoin berhasil menembus level psikologis US$ 48.000/koin sejak Mei lalu. Para investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah selama sepekan saham ini terus naik hingga 3,27%.


Sementara, koin terbesar nomor dua Ethereum melorot baik secara harian (1,40%) maupun sepekan (1,60%), lantaran aksi profit taking investor. Pada Jumat lalu, misalnya, koin ini berhasil melesat 7% dalam sehari.

Di antara 10 besar koin kripto jumbo, Cardano menjadi jawara dalam 24 jam terakhir, dengan naik 2,13%. Sementara dalam sepekan juaranya dipegang oleh koin Solana yang melejit 64,07%.

Harga 10 Besar Aset Kripto dengan Market Cap Tertinggi

No

Kripto

Harga (US$)

% 24 Jam

% 7 Hari

1

Bitcoin

48.837,44

-0.35

3.27

2

Ethereum

3.230,49

-1.40

-1.60

3

Cardano

2.51

2.13

14.86

4

Binance Coin

449.99

-0.66

9.55

5

Tether

1.00

0.05

0.03

6

XRP

1.23

-3.64

-8.48

7

Dogecoin

0.3146

-3.19

1.69

8

Polkadot

27.82

-1.43

20.08

9

USD Coin

1.00

0.01

0.01

10

Solana

74.39

-7.43

64.07

Sumber: Coinmarketcap | Harga per 22 Agustus 2021, pukul 09.43 WIB

Sementara top gainers dalam 24 jam terakhir dikuasai oleh koin NEAR Protokol yang melesat 34,11% dan Kosmos yang terangkat 20,90%. Kemudian, Voyager Token dan XinFin Network menjadi top losers hari ini, masing-masing anjlok 12,76% dan 9,73%.

Adapun 'sang raja' dalam sepekan ini adalah koin Avalanche yang 'meroket' 137,51% dan koin NEAR Protocol sebesar 86,31%. Di sisi lain, koin 'pecundang' dalam 7 hari terakhir jatuh pada BitTorent yang merosot 9,81% dan IOTA yang turun 8,82%.

Sepertinya, cryptocurrency telah melewati masa konsolidasinya dan kembali mendekati level tertinggi dalam sebulan terakhir karena banyaknya berita utama negatif telah membuat para trader membeli di masa pelemahan.

Peter Stoneham, Analisis Reuters, memperkirakan harga bitcoin masih punya ruang untuk naik lagi. Dalam waktu dekat, Stoneham menilai harga akan bergerak di kisaran US$ 51.030-64.895.

kriptoFoto: Reuters
kripto

"Harga bitcoin mengalami tren bullish dalam lima pekan terakhir. Untuk mengakhiri tren tersebut, dibutuhkan penurunan harga hingga ke US$ 43.598," sebut Stoneham dalam risetnya.Investor kini sudah bisa menarik napas lega karena semakin lama perdagangan aset kripto semakin taat terhadap regulasi. Binance, platform perdagangan aset kripto terbesar dunia, akan lebih ketat dalam pengawasan terutama risiko pencucian uang.

"Kami akan bekerja sama dengan para pengambil kebijakan untuk meningkatkan standar perdagangan dan menangkal para penjahat," tefas Chengpeng Zhao, CEO Binance, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Kini, para pengguna Binance diwajibkan untuk melengkapi sejumlah proses untuk melakukan akses. Mereka yang tidak melengkapinya tidak bisa menarik dana, membatalkan pesanan, dan menutup posisi.

Sekarang pengguna Binance wajib melampirkan data diri seperti nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), atau nomor paspor. Dengan demikian, bisa diketahui siapa saja pelaku perdagangan sehingga menurunkan risiko tindak kejahatan.

Di lain sisi, kabar dari peretasan di bursa kripto Jepang, Liquid pada Kamis lalu juga turut melemahkan sentimen bullish di pasar kripto.

Kendati jumlah total yang dicuri belum diketahui secara pasti, namun nilai yang dicuri dalam bentuk bitcoin, ether, ripple, tron, dan koin digital lainnya bisa mencapai US$ 90 juta.

Liquid mengatakan beberapa dompet mata uang digitalnya telah "dikompromikan," dan peretas mentransfer aset ke empat dompet digital yang berbeda.

"Kami sedang menyelidiki dan akan memberikan pembaruan rutin, sementara itu, penyetoran dan penarikan akan ditangguhkan." Kata Liquid, dalam Twitternya.

Namun, Liquid belum memberikan perkiraan kerugian secara pasti. Hal itu karena sudah diatur oleh Badan Layanan Keuangan Jepang.

Liquid merupakan bursa kripto yang berada di antara 20 bursa kripto terbesar secara global berdasarkan volume perdagangan harian menurut CoinMarketCap, di mana saat ini Liquid melayani transaksi kripto lebih dari US$ 133 juta transaksi dalam 24 jam terakhir.

Dalam pergantian peristiwa yang tidak biasa, para peretas membuka dialog dengan organisasi yang mereka serang dan mengembalikan hampir semua dana. Namun, lebih dari US$ 200 juta tetap terkunci di akun yang memerlukan kata sandi dari peretas.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biden Kian Galak, Bakal Kejar Penggelap Pajak di Aset Kripto


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading