Antisipasi Rilis Risalah Rapat The Fed, Bursa AS Dibuka Merah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
18 August 2021 20:51
People walk by a Wall Street sign close to the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 2, 2018. REUTERS/Shannon Stapleton

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menyamping pada perdagangan Rabu (18/8/2021), di tengah antisipasi pasar atas rilis catatan rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) yang digelar Juli lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average tertekan 120 poin (-0,3%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 15 menit menjadi minus 68,5 poin (-0,19%) ke 35.274,75. Indeks S&P 500 surut 4,2 poin (-0,09%) ke 4.443,89 dan Nasdaq turun 8,2 poin (-0,06%) ke 14.647,97.

Pasar memantau sinyal arah diskusi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) terkait dengan kebijakan moneternya. Sejak rapat Juli lulu, muncul suara di internal The Fed untuk mengumumkan kebijakan tapering (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder) pada September dan memulainya pada Oktober.


Imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun saat ini menguat sangat tipis di kisaran 1,27% di tengah rilis penjualan rumah yang anjlok 7% (tahunan) per Juli ke level 1,534 juta atau di bawah ekspektasi ekonom.

Investor juga memantau arah saham dua raksasa peritel Target dan Lowe's pasca rilis kinerja keuangan mereka per kuartal II-2021. Saham Target melemah di sesi pra-pembukaan meski kinerja keuangan mengalahkan ekspektasi pasar, sebagai bentuk aksi ambil untung.

Sebaliknya, saham Lowe's melompat lebih dari 3% setelah mencetak kinerja yang melampaui ekspektasi. Saham ViacomCBS loncat 3% setelah Wells Fargo mendongkrak target saham perseroan karena memperkirakan ada potensi kenaikan harga 50% lebih setahun ke depan.

Pasar juga akan memantau rilis kinerja keuangan Cisco Systems dan Nvidia. Emiten penyedia aplikasi trading saham Robinhood juga akan merilis kinerja keuangannya yang perdana setelah pencatatan saham baru-baru ini.

Pada Selasa, indeks saham AS terkoreksi berjamaah menyusul turunnya penjualan ritel Juli. Indeks Dow Jones anjlok 282 poin, terimbas koreksi saham Home Depot's sebesar 4,3%. S&P 500 tergelincir 0,7% menjadi yang terburuk sejak 19 Juli, Nasdaq melemah 0,9% setelah saham Facebook, Amazon, Apple dan Alphabet (induk usaha Google) kompak melemah.

Jim Paulsen, Kepala Perencana Investasi Leuthold Group, menilai pasar saham sudah saatnya terkoreksi. Kasus Covid yang terus meningkat pun memperkeruh prospek pembukaan kembal ekonomi, sementara data ritel anjlok melemah.

"Beberapa saham telah berhenti bereaksi positif terhadap kabar bagus dari kinerja keuangan emiten, angka inflasi masih panas, dan pembicaraan Federal Reserve seputar taper bermunculan," ujarnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading