Dibayangi Kecemasan Covid, Wall Street Dibuka Menguat Tipis

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
10 August 2021 20:47
A trader passes by the post, where Smartsheet Inc. hosts it's IPO, on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menyamping pada perdagangan Selasa (10/8/2021), di tengah kekhawatiran seputar kenaikan kembali kasus Covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average hanya naik 10 poin pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 15 menit reli tersebut menjadi 32,4 poin (+0,09%) ke 35.134,25. S&P 500 bertambah 5,1 poin (+0,12%) ke 4.437,46. Namun, Nasdaq naik 14,4 poin (+0,1%) ke 14.874,58.

Senat AS berpeluang besar memfinalisasi naskah UU infrastruktur pada hari ini, yang akan memasukkan belanja tambahan senilai US$ 550 miliar dalam 5 tahun ke depan, menjadi senilai total US$ 1 triliun. Usai lolos di Senat, Kongres akan membahasnya pekan depan.


Pada perdagangan Senin, Dow Jones ditutup melemah 106,66 poin menjadi 35.101,85, atau setara minus 0,3%. Indeks S&P 500 turun 0,1% menjadi4.432,35 sedangkan Nasdaq tumbuh 0,16% menjadi 14.860,18.

Saham energi memimpin pelemahan setelah harga minyak anjlok hingga 4% di tengah kekhawatiran gelombang kasus baru Covid-19 yang bisa menekan permintaannya. Namun pada pagi waktu setempat, harga energi utama dunia tersebut mengurangi laju koreksi sebesar 1%.

"Meski varian delta meningkat di kasus Amerika Serikat (AS), data akhir-akhir ini menunjukkan bahwa belanja konsumen masih akan kuat," tutur Jason Pride, Direktur Investasi Glenmede, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun-yang menjadi acuan di pasar menguat setelah Departemen Tenaga Kerja merilis pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 10,1 juta per Juni, atau lebih baik dari ekspektasi ekonom sebanyak 9,1 juta.

Imbal hasil bergerak berlawanan arah dari harga. Kenaikan imbal hasil mengindikasikan bahwa selera mengambil risiko (risk appetite) pasar sedang membaik sehingga mereka menjual aset minim risiko tersebut untuk dipindahkan ke saham yang lebih menjanjikan. Dus, harga obligasi pun tertekan.

Musim rilis laporan keuangan kuartal II-2021 masih berlangsung dengan Coinbase menjadi satu dari beberapa emiten yang akan melaporkan kinerja mereka seperti SoftBank dan Sysco. Saham bursa bitcoin tersebut melompat 8% di pembukaan.

Investor masih akan memantau indeks harga konsumen (IHK) AS dan indeks harga produsen (PPI) yang mencerminkan inflasi di Negara Adidaya tersebut. Keduanya akan dirilis berurutan pada Rabu dan Kamis pekan ini.

Beberapa pejabat bank sentral akan berbicara di depan publik, seperti President Fed Chicago Charles Evans dan President Fed Kansas Esther George. Investor akan mendengarkan sinyal bagaimana The Fed akan mulai mengurangi pembelian surat berharganya di pasar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Peringati Setahun Sentuh Koreksi Terdalam, Dow Dibuka Minus


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading