Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2021 'Diramal' di Atas 3%

Market - Khairun Alfi Syahri MJ, CNBC Indonesia
05 August 2021 19:07
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (27/8/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia resmi keluar dari jurang resesi. Kinerja PDB RI Q2-2021 yang berhasil mencatatkan pertumbuhan 7,07% (yoy) menjadi kabar positif bagi ekonomi RI.

Menurut Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas Telisa Falianty, di tengah penerapan PPKM Level 4, diharapkan PDB Q3-2021 masih bisa tumbuh di atas 3% (yoy). Diharapkan guyuran subsidi pendongkrak konsumsi rumah tangga bisa menjadi penopang untuk menjaga momentum pertumbuhan.

"Pertumbuhan ekonomi yang dicapai ini di atas ekspektasi rata-rata pasar. Nah ini satu hal yang positif ya. Kita berharap ke depannya di kuartal III ataupun IV optimisme ini bisa kita jaga momentumnya," ujar Telisa saat wawancara di program Profit CNBC Indonesia Kamis (05/08/2021).

Dengan adanya PPKM Level 4, Telisa juga memproyeksikan ekonomi pada Q3-2021 mendatang terdapat proyeksi optimis dan proyeksi pesimis. Ia berharap pertumbuhan ekonomi pada Q3-2021 dan Q4-2021 mendatang tidak di bawah dari 3% secara year on year.



BPS mencatat ada beberapa sektor yang menjadi penopang naiknya PDB RI pada Q2-2021 di antaranya sektor konsumsi di mana dari data penjualan mobil yang tumbuh signifikan sebesar 78%. Hal itu didorong dengan insentif-insentif yang sudah digelontorkan oleh pemerintah mulai dari penghapusan PPnBM serta DP 0% untuk perumahan.

Sehinggal hal inilah yang mendorong meningkatnya konsumsi masyarakat untuk membeli mobil serta rumah sehingga sektor konsumsi menjadi penopang naiknya PDB RI pada Q2-2021.

Aktivitas masyarakat pada April hingga Juni juga mengalami peningkatan seiring dengan rendahnya penyebaran Covid-19 dan masifnya vaksinasi. Semua itu berpengaruh besar terhadap konsumsi rumah tangga.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading