Nasdaq Futures Melemah Ikuti Koreksi Saham Amazon dkk

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
30 July 2021 19:10
A trader works on the floor of the New York Stock Exchange shortly after the opening bell in New York, U.S., July 23, 2018.  REUTERS/Lucas Jackson

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat (30/7/2021), setelah emiten e-commerce terbesar dunia Amazon menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 100 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 tertekan 0,6% sedangkan Nasdaq anjlok 1%. Saham Amazon menjadi pemberatnya, setelah drop 6,4% di sesi pra-pembukaan.

Amazon membukukan pendapatan US$ 113,08 miliar atau setara Rp 1.640 (kurs Rp 14.420) pada kuartal II-2021, meningkat 27% secara tahunan. Capaian itu masih lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar US$ 115,2 miliar.


Saham Pinterest juga menjadi pemberat, dengan terbanting 21% setelah melaporkan kehilangan sejumlah pengguna bulanannya per kuartal II-2021. Sebaliknya, saham Procter & Gamble sedikit menguat setelah raksasa konsumer ini mencetak kinerja yang lebih baik dari ekspektasi analis.

"Saya berempati dengan pimpinan Fed Jay Powell yang seperti berdiri di atas tali - menyiagakan tapering sembari meyakinkan bahwa The Fed akan sangat sabar dan berhati-hati tatkala memulai proses normalisasi," tutur Kepala Perencana Pasar Global Invesco Kristina Hooper, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average lompat 153,6 poin (+0,44%) ke 35.084,53. S&P 500 menguat 18,5 poin (+0,42%) ke 4.419,15. Nasdaq tumbuh 15,7 poin (+0,11%) ke 14.778,26.

Lonjakan terjadi setelah AS mencetak pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% kuartal lalu. Pelaku pasar juga yakin bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengindikasikan bahwa belum akan ada pengurangan pembelian surat berharga di pasar sekunder.

Sepanjang Juli, Nasdaq dan Dow Jones menguat masing-masing sebesar 1,89% dan 1,69% ditopang saham teknologi. Indeks S&P 500 yang juga berisi banyak saham siklikal, melompat lebih tinggi yakni sebesar 2,83%.

"Dengan pembkaan kembali aktivitas bisnis di AS dan konsumen warga Amerika ingin segera masuk ke pasar dan berbelanja, pertumbuhan di paruh pertama tahun ini bisa dibilang solid," tutur Lindsey Piegza, Kepala Ekonom Stifel, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Data yang diperhatikan pasar hari ini adalah indeks harga pengeluaran konsumsi perorangan (Personal Consumption Expenditures/PCE).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading