Bos BRIS Bocorkan Rencana Besar jadi Digital Banking Syariah

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 July 2021 13:00
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Senin (1/2). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) resmi beroperasi. Direktur Utama BRIS Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi ketiga bank BRIsyariah, BNI Syariah dan BSM telah dilaksanakan sejak Maret 2020 atau memakan waktu selama 11 bulan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Peta persaingan bank-bank digital di tanah air tampaknya bakal semakin ramai. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga bakal menyiapkan layanan aplikasi super (Super App) untuk pengembangan layanan digital.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menjelaskan, saat ini fenomena bank digital merupakan suatu keniscayan. Untuk itu, BSI sebagai bank syariah tradisional, akan turut mengembangkan layanan digital namun tetap mempertahankan jaringan kantor cabang.

"Kita menganut strategi bionic banking, tetap mempertahankan physical distribution channel tapi di-enhance dengan digital," ungkap Hery, dalam konferensi pers, Jumat (30/7/2021).


Hery melanjutkan, dengan strategi bionic banking itu, kantor cabang ditingkatkan produktivitasnya. Sedangkan, bagi kantor yang kurang produktif bisa direlokasi atau tutup. "Kedua, untuk meningkatkan produktivitas, transaksi sederhana kita geser ke mobile. Kita akan dorong itu, cabang efisien dan transaksinya meningkat," ungkapnya.

Tak hanya itu, dari sisi internal, BSI juga terus menguatkan infrastruktur digital seperti keamanan, fitur dan keandalan sistemnya. "BSI juga menganut open banking, interconnected dengan bank yang lain, kita membuka diri dengan fintech, e-commerce berdasarkan prinsip syariah, itu sedang kita kerjakan," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Direktur BSI, Ahmad Syafii menjelaskan, saat ini BSI sepenuhnya telah menjalankan konsep digital, antara lain melalui pembukaan rekening secara online.

"Ke depan, BSI terus berinovasi untuk mengembangkan Super App yang menyediakan seluruh layanan perbankan dalam satu genggaman, berupa layanan transaksi dana, pembiayaan dan layanan sosial dan islami," ujarnya.

Sebagai informasi, emiten bersandi BRIS ini membukukan perolehan laba bersih senilai Rp 1,48 triliun pada semester pertama tahun ini, naik 34,29% secara year on year (yoy), dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,1 triliun.

Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 83,56 % secara yoy. Jika dirinci, sepanjang Januari-Juni 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp 41,99 triliun.

Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 109,82% secara yoy. Hal ini didorong oleh jumlah user mobile banking yang menembus 2,5 juta pengguna.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading