Gainers-Losers Sesi I

Saham PBRX-BNBA Pesta Pora, BGTG-KIOS Merosot Tajam!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
29 July 2021 12:35
Vice Chief Executive Officer PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) dan emiten bank PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) menjadi top gainers pada sesi pertama perdagangan siang ini, Kamis (29/7/2021).

Berbeda, saham bank PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) dan emiten teknologi penyedia perangkat lunak dan perangkat keras, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) berbagi tempat di deretan top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke zona hijau ini. IHSG naik 0,26%, kembali ke posisi psikologis 6.100, ke posisi 6.104,651 pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (29/7).


Menurut data BEI, ada 237 saham menguat, 236 saham turun dan 161 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,07 triliun dan volume perdagangan mencapai 13,14 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke bursa domestik dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 48,85 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 9,34 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (29/7).

Top Gainers

  1. Pan Brothers (PBRX), saham +31,78%, ke Rp 170, transaksi Rp 12,7 M

  2. Jasnita Telekomindo (JAST), +16,25%, ke Rp 186, transaksi Rp 31,2 M

  3. Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP), +11,11%, ke Rp 300, transaksi Rp 54,9 M

  4. Bank Bumi Arta (BNBA), +10,90%, ke Rp 1.730, transaksi Rp 135,4 M

  5. Smartfren Telecom (FREN), +9,92%, ke Rp 133, transaksi Rp 174,0 M

Top Losers

  1. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO), saham -6,32%, ke Rp 2.670, transaksi Rp 309,6 M

  2. Bank Ganesha (BGTG), -5,38%, ke Rp 246, transaksi Rp 60,6 M

  3. Langgeng Makmur Industri (LMPI), -5,18%, ke Rp 183, transaksi Rp 6,2 M

  4. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), -3,92%, ke Rp 1.470, transaksi Rp 33,5 M

  5. Multipolar (MLPL), -3,74%, ke Rp 515, transaksi Rp 202,7 M.

Saham PBRX memimpin 'klasemen' dengan kenaikan 31,78% ke Rp 170/saham. Nilai transaksi saham PBRX tercatat sebesar Rp 12,7 miliar.

Dengan ini, saham PBRX melanjutkan kenaikan pada perdagangan Rabu kemarin ketika ditutup menguat 7,50%. Alhasil, dalam sepekan saham PBRX melesat 42,86%, sementara dalam sebulan melejit 39,34%.

Penguatan ini terjadi seiring Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan saham tersebut dari daftar pemantauan khusus mulai Rabu (28/7) kemarin.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, pada Selasa (27/7), PBRX masuk ke dalam kriteria poin 8 efek dalam pemantauan khusus.

Sebagai informasi, poin 8 yang dimaksud adalah ketika suatu emiten dalam kondisi dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Sebelumnya, pada Senin (26/7) lalu, PKPU dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) kepada Pan Brothers ditolak oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Artinya PBRX lolos dari gugatan PKPU ini.

Untuk langkah selanjutnya, Budi menyebut masih akan dikoordinasikan dengan Maybank Indonesia selaku kliennya.

Informasi saja, kewajiban Pan Brothers dari Maybank Indonesia berupa fasilitas pinjaman bilateral senilai Rp 4,16 miliar dan US$ 4,05 juta (sekitar Rp 58,75 miliar, asumsi kurs Rp 14.500/US$), sehingga total Rp 62,91 miliar.

Selain saham PBRX, saham BNBA juga melesat 10,90% ke Rp 1.730/saham. Dengan ini, saham ini mencatatkan reli penguatan selama 5 hari beruntun. Alhasil, dalam sepekan, saham BNBA melonjak 20,98%, sementara dalam sebulan 'terbang' 112,27%.

Kabar teranyar, BNBA akan melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan pada 16 Agustus mendatang di Jakarta.

Sementara, saham BGTG ambles 5,38% ke Rp 2456/saham, setelah kemarin juga jatuh 5,80%. Koreksi selama 2 hari terakhir ini tak lepas dari reli penguatan beruntun sejak 23-27 Juli lalu. Kendati melemah, saham BGTG masih melonjak 33,70% dalam sepekan dan menanjak 103,31% dalam sebulan belakangan.

Selain BGTG, saham KIOS juga merosot 3,92% ke Rp 1.470/saham, setelah menguat selama 3 hari beruntun. Dalam sepekan saham KIOS masih naik 3,89%, sementara dalam sebulan melesat 81,48%.

Kabar terkini, pihak KIOS menyatakan bahwa anak usahanya yang menjual berbagai produk digital, seperti pulsa dan tagihan lainnya, PT Narindo Solusi Komunikasi tidak lagi memiliki pelanggan strategis seperti Gojek, Tokopedia (Tokped), Blibli dan Matahari Mall.

Hilangnya partner strategis tersebut membuat Narindo tidak memiliki kontribusi terhadap pendapatan KIOS pada kuartal pertama 2021.

Dalam laporan keuangan Q1, tercatat pendapatan KIOS memang anjlok 84% menjadi Rp 94,99 miliar dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 590,44 miliar. Laba bersih KIOS pada 3 bulan tahun ini menjadi Rp 181,25 juta, dari periode yang sama tahun lalu yang merugi Rp 2,09 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Pengembang Lido Jawara, Giliran Duo Baja Merana


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading