Pesan Jokowi ke Bankir & Fenomena Mesin ATM 'Ditinggal'!

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 July 2021 07:20
Jokowi di Sidang PBB (Biro Pers Kepresidenan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan dalam Konferensi Forum Indonesia secara virtual pada Selasa kemarin (27/7) yang salah satu poinnya adalah mengenai rangkaian disrupsi (perubahan besar-besaran akibat inovasi), termasuk di bidang jasa keuangan dan perbankan.

Jokowi menganggap pandemi Covid-19 bagian dari rangkaian serial disrupsi, menambah disrupsi yang sebelumnya dipicu oleh revolusi industri 4.0.

"Pandemi Covid-19 merupakan rangkaian serial disrupsi," kata Jokowi, dalam video yang diunggah Youtube Sekretariat Presiden, dikutip Rabu (28/7).


Di sektor perbankan, kata Jokowi, perbankan telah didisrupsi oleh hadirnya financial technology (fintech) dan berbagai macam sistem pembayaran elektronik atau e-payment.

Menurut Jokowi, beberapa tahun terakhir terjadi perubahan lanskap sosial budaya, lanskap ekonomi maupun politik akibat revolusi industri 4.0. Situasi ini pun memang tak terhindarkan.

Mulai dari kehadiran teknologi cloud computing (komptasi awan), internet of things, artificial intelligence (AI), big data analytic, advance robotic, hingga virtual reality telah membawa berbagai macam perubahan di segala bidang.

"Kita harus akui teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan bergeser menjadi e-commerce, perbankan telah didisrupsi oleh hadirnya fintech dan berbagai macam e-payment, dunia kedokteran dan farmasi semakin terdisrupsi oleh health tech," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

"Banyak pekerjaan baru yang bermunculan di masa kini dan masa yang akan datang karena disrupsi," kata Jokowi.

Pada 13 Juli lalu, dalam sebuah forum ekonomi, Presiden Jokowi juga menyinggung soal besarnya potensi ekonomi digital. Dia bahkan memperkirakan nilai ekonomi dan transaksi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di wilayah Asia Tenggara dalam 10 tahun ke depan.

"Nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dalam 10 tahun ke depan," kata Jokowi, Selasa (13/7/2021).

Jokowi mengatakan potensi ekonomi digital dalam negeri cukup menjanjikan. Sepanjang 2020, nilai transaksi digital masyarakat Indonesia mencapai Rp 253 triliun, dan diperkirakan akan kembali meningkat tahun ini.

"Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 330,7 triliun di tahun 2021," tegasnya.

Menurutnya, potensi yang selama ini belum tergarap harus dioptimalkan dengan sebaik-baiknya. Jokowi memandang, tahun ini merupakan momentum kebangkitan bagi Indonesia dari pandemi Covid-19.

"Teruslah membangun optimisme dan harapan, agar kita mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru yang semakin kokoh, tangguh dan mandiri," tegasnya.

NEXT: Tren ATM yang Mulai Ditinggalkan Nasabah

Tren ATM Mulai Ditinggal Nasabah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading