Bank Milik Salim & 16 Emiten Masuk Pemantauan Khusus BEI

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 July 2021 14:16
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak tiga emiten masuk dalam pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia bersama 14 perusahaan lainnya. Ketiganya antara lain, bank yang terafiliasi dengan Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga PT Tridomain Performance Material Tbk (TDPM).

Ketiga perusahaan tersebut masuk dalam daftar efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus yang berlaku efektif mulai Selasa, 27 Juli 2021.

Bank Ina misalnya, masuk dalam kriteria nomor 10, atau dihentikan sementara perdagangan sahamnya oleh otoritas bursa lebih dari satu hari yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.


Selain itu, saham GIAA juga masuk pemantauan khusus karena laporan keuangan auditan terkahir mendapat opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dan dalam kondisi dimohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Sedangkan, saham Tridomain masuk kriteria nomor 8, yakni penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Sebelumnya, BEI mengeluarkan tiga emiten dari pemantauan khusus, yakni, PT Grand Kartech (KRAH), PT Sri Rejeki Isman (SRIL), dan PT Waskita Beton Precast (WSBP). Ketiga emiten tersebut masuk dalam kriteria pemantauan khusus karena dalam kondisi dimohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Berikut ini selengkapnya 17 emiten yang masuk dalam daftar efek dalam pemantauan khusus:

Pengawasan BEIFoto: Dok IDX
Pengawasan BEI

[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

7 Kabar Ini Layak Disimak Sebelum Berburu Cuan


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading