Giliran ASDP Mau IPO, Bidik Dana Rp 3 T di Kuartal I-2022

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 July 2021 19:20
Foto udara suasana sepi di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (6/5/2021). Pelabuhan Merak sejak Kamis (6/6) hingga 17 mei 2021 menghentikan pelayanan penyeberangan bagi pemudik dan hanya melayani penyeberangan untuk distribusi logistik atau kebutuhan pokok serta penumpang yang berizin khusus sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan penyedia jasa penyeberangan laut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada kuartal I 2022.

Dari aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan setidaknya bisa menggalang dana senilai Rp 3 triliun. Dalam aksi korporasi ini perusahaan akan melepas sebanyak 20%-25% saham ke publik.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan bahwa rencana IPO ini merupakan bagian dari rancangan investasi jangka panjang perusahaan. Sehingga harapannya perusahaan bisa mendapatkan pendanaan yang lebih murah dan efisien.


"[Saat ini] Proses melantai di bursa, berharap kuartal I tahun depan kita akan melantai. Kami punya kebutuhan mendapatkan dana publik yang lebih efisien dari perbankan karena butuh investasi. Dan studi yang kami lakukan dari kajian bisa dapat dana lebih efisien dari IPO," kata Ira dalam konferensi pers, Kamis (22/7/2021).

"Kemudian yang IPO-nya kita memang perlu untuk investasi. Kita dalam lima tahun ke depan perlu Rp 6 triliun. Kita berharap sepenuhnya bisa didapat dari dana publik," terangnya.

Dia menjelaskan, perusahaan dalam lima tahun ke depan berencana untuk memperluas rute dengan melakukan akuisisi perusahaan penyeberangan dan menambah jumlah kapal.

Lebih lanjut, Direktur Keuangan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Risiko ASDP Djunia Satriawan menyebutkan bahwa IPO merupakan salah satu upaya perusahaan untuk bisa mengakses pendanaan yang murah dan bersifat jangka panjang.

"Jadi cari funding yang cost of fund-nya fit dengan kondisi ASDP. Dalam hal ini kita akan merencanakan investasi Rp 6,5 triliun kemudian setengahnya kita harapan kami bisa diperoleh dari bursa," terangnya.

Targetnya setelah IPO ini perusahaan bisa mencapai kinerja yang lebih baik. Mulai dari peningkatan pendapatan di mana pada posisi 2019 lalu senilai Rp 3,2 triliun dan pada 2024 ditargetkan bisa mencapai Rp 5 triliun.

Untuk rencana investasi, Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP Yusuf Hadi mengungkapkan bahwa investasi setelah IPO ini dapat mendukung upaya penambahan rute perjalanan perusahaan.

"Kami menambah rute jarak jauh seperti Surabaya-Balikpapan, Surabaya-Labuan Bajo dan juga ada Surabaya-Makassar," terangnya.

Adapun saat ini perusahaan juga tengah menjajaki akuisisi sebuah perusahaan penyeberangan swasta. Dengan akuisisi ini diharapkan perusahaan bisa menambah rute penyeberangan komersial jarak jauh. Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan rute-rute yang sudah ada saat ini.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading