Jokowi Batalkan Program Vaksin Berbayar, Apa Kata Erick?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 July 2021 16:28
Menteri BUMN Erick Thohir saat Peresmian RSPJ Extensi Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta. (Tangakapan Layar Youtube pertamedika training)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat suara perihal keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan program Vaksin Gotong Royong Individu atau yang dikenal dengan sebutan vaksin berbayar.

Dalam keterangan pers usai peresmian RS Pertamina Jaya Ekstensi Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta secara virtual pada, Senin (19/7/2021), Erick mengungkapkan kalau program VGR masih tetap berjalan.

"Ya saya rasa kan jelas bahwa dua program vaksin pemerintah itu, nanti Pak Budi (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin) silakan tambahkan, tetapi kalau kami yang gotong royong itu kan jalan terus," ujarnya.

Menurut Erick, program VGR kerja sama PT Kimia Farma Tbk. dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan target 1,4 juta dosis sudah dimulai. Mayoritas faskes yang terlibat adalah swasta.

"Jadi yang saya tekankan tidak mungkin dengan pembangunan ekosistem sama-sama ini kita BUMN berdiri sebagai menara gading sendiri, gak mungkin, apalagi dengan vaksin gotong royong," kata Erick.

"Kita melibatkan banyak pihak swasta untuk bagian daripada penyuntikkan supaya hal ini bisa lebih cepat," lanjutnya.




Sebelumnya, Jokowi memutuskan untuk membatalkan program Vaksin Berbayar yang menurut rencana akan disalurkan via PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Keputusan itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7/2021).

"Setelah mendapatkan masukan dan respons masyarakat, presiden telah memberikan arahan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut. Sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan bapak presiden sebelumnya," kata Pramono.

Program vaksin berbayar menurut rencana akan dijalankan pada awal pekan lalu. Namun, lantaran alasan minim sosialisasi, Kimia Farma memutuskan menunda program itu sampai waktu yang belum ditentukan.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading