Resmikan Subholding KSI, Ini Pesan Erick Buat Krakatau Steel

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 July 2021 13:20
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan subholding PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), Kamis 15 Juli 2021/dok KRAS

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan adanya subholding baru di PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) diharapkan bisa memanfaatkan peluang dengan mempersiapkan fasilitas terintegrasi dan berstandar internasional untuk menarik investasi masuk ke Indonesia.

Subholding yang dimaksud adalah PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI). Sebelumnya perusahaan ini bernama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), tapi setelah dijadikan subholding, KSI kini membawahi PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL), PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS).

"Saya mendukung pembentukan Subholding Sarana Infrastruktur sebagai bagian transformasi Krakatau Steel untuk meningkatkan nilai dan mengoptimalkan kinerja perusahaan. Contohnya seperti potensi pabrik Hot Strip Mill #2 Krakatau Steel yang memiliki kapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun dan juga unit bisnis lainnya," kata Erick dalam siaran persnya, dikutip Kamis (15/7/2021).


"Subholding ini juga harus dapat memanfaatkan peluang investasi ke Indonesia yang memerlukan dukungan kawasan industri dengan fasilitas terintegrasi dan berstandar internasional," lanjutnya.

KSI memiliki bidang bisnis penyedia dan pengelola kawasan industri dengan layanan lengkap dan terintegrasi, seperti infrastruktur dan utilitas kawasan yang mencakup pelabuhan, jalan, listrik, air dan gas, maupun fasilitas pendukung lainnya seperti hotel, sarana perumahan dan lainnya.

Subholding KSI ini mengklaim memiliki area pengelolaan kawasannya terbesar di Indonesia, nantinya akan bergerak di layanan kawasan industri terintegrasi dengan empat area utama, yakni kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan perusahaan ini memiliki total pendapatan Rp 3,4 triliun dan nilai EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2020.

Diharapkan target pencapaian secara bisnis keseluruhan akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kawasan industri di Indonesia.

"Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel ini diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp 7,8 triliun di lima tahun mendatang, Sementara itu, EBITDA subholding sarana infrastruktur diproyeksikan meningkat mencapai Rp 2,2 triliun pada 2025," jelasnya.

Direktur Utama KSI Priyo Budianto mengungkapkan bahwa subholding ini diharapkan bisa berkontribusi pada pembangunan industri di Indonesia.

Dia juga berharap dengan sinergi ini pencapaian target yang diproyeksikan dalam kurun waktu lima tahun mendatang bisa tercapai dengan baik.

Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KRAS ditutup di sesi I, Kamis ini (15/7) naik 1,27% di Rp 478/saham. Nilai transaksi saham emiten baja ini mencapai Rp 2,48 miliar. Sebulan terakhir saham KRAS masih turun 22% dengan kapitalisasi pasar Rp 9,25 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Erick Thohir Buka-bukaan soal IPO Anak Usaha Krakatau Steel


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading