Bursa Asia Tak Kompak, Hang Seng Melesat Saat IHSG Ambruk

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
18 June 2021 17:06
People walk past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, July 10, 2019. Asian shares were mostly higher Wednesday in cautious trading ahead of closely watched congressional testimony by the U.S. Federal Reserve chairman. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Jumat (18/6/2021) akhir pekan ini, karena sikap investor Asia yang cenderung beragam di tengah arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang menuju hawkish.

Tercatat indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melesat 0,85% ke level 28.801,27, Straits Times Singapura menguat 0,19% ke 3.144,16, dan KOSPI Korea Selatan naik tipis 0,09% ke 3.267,93.

Sementara sisanya kembali berakhir di zona merah pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah 0,19% ke level 28.964,08, Shanghai Composite China turun tipis 0,01% ke 3.525,24, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir ambles 1,01% ke posisi 6.007,12.


Pasar saham Asia ditutup variatif (mixed) setelah investor memantau pergerakan pasar di sektor komoditas yang mengalami koreksi harga akibat penguatan dolar AS dan kebijakan China.

Dari Jepang, bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) memperpanjang program pembelian aset dan pinjaman lunak yang seharusnya berakhir pada September.

Hal tersebut diungkapkan dalam pengumuman kebijakan moneter hari ini. Program tersebut akan diperpanjang selama 6 bulan hingga Maret 2022.

Selain itu, BoJ juga tidak merubah kebijakannya, di mana suku bunga acuan tetap di level -0,1% dan yield obligasi tenor 10 tahun di dekat 0%.

Di kuartal I-2021, produk domestik bruto (PDB) Jepang mengalami kontraksi 3,9% (annualize), padahal dua kuartal sebelumnya mencatat pertumbuhan 2,8% dan 5,3%.

Kembali terpuruknya perekonomian Jepang terjadi akibat kasus virus corona (Covid-19) yang mengalami kenaikan sejak bulan November tahun lalu. Bahkan di awal Januari 2021, kasus per harinya mencatat rekor lebih dari 7.000 kasus per hari.

Pemerintah Jepang di bawah pimpinan Perdana Menteri (PM) Yoshihide Suga, berhasil menekan kasus per hari mendekati 1.000 di akhir Februari setelah mendeklarasikan status darurat di beberapa perfektur, termasuk Tokyo.

Namun, sejak akhir Maret kasus Covid-19 kembali menanjak hingga sekali lagi lebih dari 7.000 kasus per hari di awal Mei. Status darurat pun kembali berlalu, dan diperkirakan baru akan dilonggarkan pada hari Minggu nanti.

Akibatnya, PDB Jepang berisiko terkontraksi lagi di kuartal II-2021, sehingga BoJ memperpanjang program penanggulangan pandeminya hingga Maret tahun depan.

"Perekonomian Jepang mulai membaik, meski situasinya masih parah akibat pandemi Covid-19 di dalam dan luar negeri," tulis pernyataan BoJ saat pengumuman kebijakan moneter hari ini.

Sementara itu, pasar saham Hong Kong berhasil ditutup melesat pada hari ini karena dorongan dari kenaikan saham teknologi dan perawatan kesehatan pada hari ini. Indeks saham sektor teknologi Hang Seng naik 1,8%, sementara indeks kesehatan Hang Seng naik 3,3%.

Dari AS, kontrak futures saham AS menguat tipis di sesi pra-pembukaan Jumat, tetapi Dow Jones masih di jalur koreksi mingguan setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan ekspektasi inflasi 2021 dan mempercepat kenaikan suku bunga acuan menjadi 2023.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading