Bursa Asia Babak Belur, Cuma Hang Seng & Shanghai Hijau

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
17 June 2021 16:47
pasar saham asia

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (16/6/2021), karena sebagian besar investor di kawasan tersebut cenderung kecewa dengan kecewa dengan sikap dari bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari ekspektasi.

Dari deretan bursa saham utama Asia, hanya indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China yang ditutup di zona hijau pada hari ini, di mana indeks Hang Seng ditutup menguat 0,43% ke level 28.558,59, sedangkan indeks saham Negeri Panda berakhir tumbuh 0,21% ke posisi 3.525,60.

Sementara sisanya kembali berakhir di zona merah pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang ditutup merosot 0,93% ke level 29.018,33, Straits Times Singapura turun tipis 0,04% ke 3.138,31, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,42% ke 3.264,96.


Sedangkan untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 0,17% ke posisi 6.068,45 pada hari ini.

Pelaku pasar saham di Hong Kong dan China sedikit menyambut baik dari rilis data ekspor China pada periode Mei 2021. Negeri Panda melaporkan ekspor bulan lalu melesat 27,9% secara tahunan atau sedikit di bawah ekspektasi analis dalam polling Reuters sebesar 32,1%.

Sentimen pasar global didominasi oleh reaksi negatif atas hasil rapat The Fed di mana bank sentral terkuat di dunia tersebut menaikkan ekspektasi inflasi pada tahun 2021 dan memperkirakan penaikan suku bunga acuan bisa dilakukan secepatnya pada 2023.

Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) tak mengubah suku bunga acuannya (Fed Funds Rate) di level mendekati nol, yakni 0-0,25%, tetapi mengindikasikan bahwa kenaikan bisa terjadi secepatnya pada 2023.

Padahal pada Maret lalu, Ketua The Fed, Jerome Powell menyatakan tidak akan ada kenaikan suku bunga acuan setidaknya sampai dengan 2024. Dokumen dot plot yang menunjukkan ekspektasi anggota FOMC mengindikasikan bahwa kenaikan bisa terjadi dua kali pada 2023.

Powell juga tak memberikan acuan mengenai kapan pengurangan pembelian (tapering) obligasi dari pasar sekunder bakal dimulai. Dia hanya menyatakan bahwa pemulihan ekonomi terus dipantau dan akan membuat "pemberitahuan awal" sebelum mengumumkan kebijakan tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading