Harga Batu Bara Cetak Rekor, Saham BUMI Melesat

Market - adf, CNBC Indonesia
11 June 2021 18:00
Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava (Anisatul Umah/CNBC Indonesia) Foto: Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava (Anisatul Umah/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten batu bara Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil ditutup melonjak di zona hijau pada perdagangan hari ini, Jumat (11/6/2021).

Penguatan saham ini, bersamaan dengan saham batu bara lainnya, didorong oleh sentimen positif kenaikan harga batu bara termal ICE Newcastle yang mendekati level tertingginya dalam satu dasawarsa terakhir.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten yang melantai di bursa sejak 1990 ini melejit 5,00% ke posisi Rp 63/saham, dengan nilai transaksi Rp 88,83 miliar. Saham BUMI berhasil rebound, setelah pada perdagangan Kamis (11/6) ditutup melorot 1,64% ke Rp 60/saham.


Kendati melesat, asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 2,63 miliar hari ini. Kenaikan ini membuat saham BUMI naik 3,28% dalam sepekan terakhir.

Harga batu bara kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang tahun. Pada perdagangan kemarin (10/6) harga kontrak futures (berjangka) si batu hitam ditutup melesat 4,6% ke US$ 123,95/ton.

Dengan kenaikan harga tersebut kini batu bara acuan global itu sudah mendekati level tertingginya dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya harga tertinggi batu bara di tahun 2021 adalah US$ 118,9/ton pada 28 Mei lalu. Sementara harga terendahnya di sepanjang tahun adalah di US$ 75,7/ton pada 6 Januari 2021.

Rata-rata harga bulanan si batu hitam terus mengalami kenaikan. Rata-rata harga batu bara Newcastle bulan Januari 2021 sebesar US$ 86,13/ton. Rata-rata harga naik menjadi US$ 103,15/ton di bulan Mei. Ada kenaikan sebesar hampir 20% pada periode tersebut.

Harga batu bara termal di seluruh Asia telah melonjak ke level tertinggi hampir satu dekade terakhir di tengah permintaan yang kuat dan beberapa kendala pasokan.

Pemicu kenaikan harga adalah permintaan yang kuat dari Jepang dan Korea Selatan, pembeli utama batu bara termal Australia bermutu tinggi di tengah tingginya konsumsi listrik untuk AC di belahan bumi utara seiring dengan adanya sentimen musim panas.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading