Sentimen Masih Campur Aduk di Pasar Minyak, Harga pun Turun

Market - Tirta, CNBC Indonesia
11 June 2021 10:59
Oil pump silhouette at night. Foto: kotkoa / Freepik Foto: kotkoa / Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren naik harga minyak mentah global sedikit tersendat pada perdagangan hari ini, Jumat (11/6/2021). Harga emas hitam di pasaran mengalami pelemahan di tengah sentimen yang masih mixed.

Harga kontrak Brent turun 0,69% ke US$ 72,02/barel sementara untuk kontrak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,61% ke US$ 69,86/barel. Sepanjang 2021 harga minyak telah naik 40% didukung oleh prospek pemulihan ekonomi dan upaya pengendalian suplai oleh para produsen. 


Data stok minyak AS yang kurang memuaskan menjadi salah satu penghambat bagi kenaikan harga minyak. Stok minyak mentah memang turun 5 juta barel pada akhir minggu lalu melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan hanya 2 juta barel. Namun stok bensin di AS naik 7 juta barel. 

"Jika Anda melihat data minggu ini, kita telah melihat ada kenaikan harga yang dipicu oleh ekspektasi peningkatan permintaan, tetapi itu pun masih beragam," kata analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar kepada Reuters.

"Data stok [minyak] AS tidak memberikan gambaran yang bagus. Kami melihat stok bensin dan distilasi benar-benar melonjak. Menjelang akhir minggu itu meredam semarak di pasar," katanya.

Namun, data yang menunjukkan lalu lintas jalan yang kembali ke tingkat sebelum Covid-19 di Amerika Utara dan sebagian besar Eropa cukup menggembirakan, kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.

"Bahkan pasar bahan bakar jet menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan penerbangan di Eropa naik 17% selama dua minggu terakhir, menurut Eurocontrol," kata analis ANZ.

Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) melihat adanya kenaikan permintaan yang sehat di pasar minyak. Proyeksi para kartel tersebut menunjukkan permintaan pada tahun 2021 akan naik sebesar 5,95 juta barel per hari (bph) atau naik 6,6% dari tahun sebelumnya.

"Secara keseluruhan, pemulihan pertumbuhan ekonomi global, dan karenanya permintaan minyak, diperkirakan akan mendapatkan momentum di paruh kedua," kata OPEC dalam laporan bulanannya.

Dengan adanya prospek permintaan yang membaik OPEC dan koleganya yang tergabung ke dalam OPEC+ perlahan mulai menaikkan produksinya. OPEC+ meningkatkan produksi minyaknya sebesar 440.000 bph secara kolektif di bulan Mei.

OPEC+ menghasilkan 34,69 juta bph minyak bulan lalu, tertinggi sejak Mei 2020 menurut survei Argus. Kepatuhan OPEC+ turun ke level terendah empat bulan di 113%, karena kepatuhan OPEC turun ke 124% dan non-OPEC naik menjadi 94%.

Ini menjadi peningkatan kuota produksi semua anggota pertama sejak Januari, meskipun Rusia dan Kazakhstan mengamankan target yang lebih tinggi untuk periode Februari-April.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading