Kurang Tenaga, Wall Street Dibuka Mixed, Dow Berbalik Minus

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
08 June 2021 20:55
People walk by a Wall Street sign close to the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 2, 2018. REUTERS/Shannon Stapleton

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif pada pembukaan perdagangan Selasa (8/6/2021), mengindikasikan bahwa pasar tak punya cukup energi untuk mempermudah aksi tembus level tertinggi baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,8 poin pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 20 menit berbalik minus 57 poin (-0,16%) menjadi 34.573,24. Namun, S&P 500 tumbuh 0,4 poin (+0,01%) ke 4.226,92 dan Nasdaq reli 61,2 poin (+0,44%) ke 13.942,88.

Saham Tesla melompat 2,4% setelah produsen mobil listrik ini mengumumkan penjualan 33.463 produknya di China pada Mei, melesat 29% dari posisi April. Sementara itu, saham Delta Air Lines menguat 1,8% setelah Jefferies menaikkan rekomendasi saham tersebut.


Saham Boeing menguat lebih dari 1% setelah maskapai Southwest Airlines mengumumkan rencana menaikkan pesanan seri 737 Max hingga 30 lebih di tengah tren pulihnya perjalanan udara di rute internasional.

Sementara itu, aksi investor ritel alias Redditers kembali berlanjut dengan berkoordinasi untuk memborong saham lain yakni Clover Health dan Wendy's yang memicu penguatan kedua saham tersebut, masing-masing sebesar 50% dan 13%. Otoritas pasar modal AS menyatakan memantau volatilitas pasar dan berkomitmen untuk melindungi investor ritel.

Pada Senin, indeks S&P 500 surut 0,08% dan tinggal 0,27% lagi untuk menyentuh rekor tertinggi harian yang dicetaknya pada 7 Mei. Sementara itu, indeks Dow Jones anjlok 126 poin, atau 0,36%, menjadi kinerja harian terburuk sejak 19 Mei.

Nasdaq menguat 0,5% pada periode yang sama, berkat reli saham Biogen yang mencapai 38% berkat angin positif dari Badan Obat dan Makanan AS (Food and Drugs Agency/FDA) yang mengizinkan penggunaan obat produksinya untuk mengatasi Alzheimer.

Sentimen positif datang dari angka pengangguran Mei yang membaik menjadi 5,8% dari bulan April yang sebesar 6,1%. Namun, kini investor memantau data inflasi AS per Mei yang akan dirilis pada Kamis nanti.

Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan angka inflasi Mei akan menjadi 4,7% secara tahunan. Bulan lalu, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Negara Adidaya tersebut melesat 4,2% secara tahunan, menjadi laju yang tercepat sejak 2008.

"Reaksi pasar hari ini menunjukkan bahwa keprihatinan seputar itu masih akan di sini," tutur analis Goldman Sachs Chris Hussey dalam laporan risetnya pada Senin, yang dikutip CNBC International.

Jika data inflasi Kamis tersebut menunjukkan tren percepatan, pasar bakal mengantisipasi rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pekan depan yang kemungkinan berujung pada pengurangan kebijakan moneter longgar yang telah dijalankan selama ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading