Wall Street Dibuka Menguat Sambut Turunnya Angka Pengangguran

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
04 June 2021 20:57
Founder and CEO of Zuora, Tien Tzuo, takes part in the company's IPO on the floor of the New York Stock Exchange shortly after the opening bell in New York, U.S., April 12, 2018.  REUTERS/Lucas Jackson

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan perdagangan Jumat (4/6/2021), menyusul rilis data ketenagakerjaan pemerintah AS per Mei yang mengonfirmasi pemulihan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,4% (+135,6 poin) pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 25 menit menjadi 75,2 poin (+0,22%) ke 34.652,28. S&P 500 naik 23,1 poin (+0,55%) ke 4.215,96 dan Nasdaq lompat 136,6 poin (+1%) ke 13.751,1.

Kekhawatiran inflasi dan bagaimana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menyikapi memperberat sentimen pasar. Saham siklikal yang diuntungkan dari pemulihan ekonomi terkena aksi jual di sesi pra-pembukaan, di antaranya saham United Airlines and American Airlines.


Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones menguat 47 poin, atau 0,14% di sesi penutupan. Indeks S&P tertekan hanya 2 poin, sementara Nasdaq melemah 0,09%. Namun saat itu, saham yang terkait dengan pemulihan ekonomi cenderung menguat.

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan adanya 559.000 penyerapan tenaga kerja baru. Meski angka itu di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 671.000, tetapi capaian tersebut jauh lebih baik dari penyerapan April sebanyak 266.000.

Angka pengangguran juga terus menurun, menjadi 5,8%, dari periode April sebesar 6,1%. Capaian itu juga lebih baik dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang semula memprediksi angka 5,9%.

Menurut Kepala Perencana Trading Global NatWest John Briggs, data tenaga kerja itu "tak terlalu panas hingga memaksa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed bertindak lebih dan tak terlalu dingin hingga membuat ekonomi terlihat mengkhawatirkan."

Mayoritas indeks saham AS melemah pada Kamis karena reli saham siklikal yang diuntungkan dari pemulihan ekonomi kalah besar dengan koreksi saham teknologi. Indeks Dow Jones Industrial Average minus 23 poin, S&P 500 tertekan 0,4% sedangkan Nasdaq drop 1% lebih akibat koreksi saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet (induk usaha Google).

Saham Facebook dibuka melemah menyusul investigasi persaingan tidak sehat yang dilancarkan oleh pemerintah Inggris dan Uni Eropa.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading