Gainers-Losers

Dua Jempol buat INPC-SRTG, Giliran Saham ANTM-MDKA Ambruk!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
04 June 2021 15:59
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten bank PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menunjukkan tajinya dengan menjadi 'jawara hari ini, Jumat (4/6/2021).

Bersama saham INPC, saham emiten investasi milik Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan pebisnis Edwin Soeryadjaya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), juga berhasil menjadi top gainers.

Berbeda nasib, saham emiten tambang emas milik Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan saham emiten tambang emas-nikel pelat merah PT Aneka Tambang (ANTM) tersungkur sebagai 'pecundang' kali ini.


Setelah sempat menguat tadi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ambles pada hari ini. IHSG merosot 0,43% ke posisi 6.065,167 pada penutupan sesi II perdagangan, Jumat (4/6).

Menurut data BEI, ada 205 saham naik, 299 saham merosot dan 142 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,10 triliun dan volume perdagangan mencapai 18,70 miliar saham.

Kendati IHSG lesu, investor asing pasar saham tetap masuk ke bursa Tanah Air dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 251 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 14,47 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (4/6).

Top Gainers

  1. Yelooo Integra Datanet (YELO), saham +34,58%, ke Rp 144, transaksi Rp 22,1 M

  2. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), +24,64%, ke Rp 860, transaksi Rp 38,2 M

  3. Bank MNC Internasional (BABP), +21,49%, ke Rp 294, transaksi Rp 596,5 M

  4. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +9,71%, ke Rp 226, transaksi Rp 70,1 M

  5. Saratoga Investama Sedaya (SRTG), +9,17%, ke Rp 1.250, transaksi Rp 77,3 M

Top Losers

  1. Sunindo Adipersada (TOYS), saham -6,57%, ke Rp 128, transaksi Rp 30,1 M

  2. Garuda Indonesia (GIAA), -6,57%, ke Rp 256, transaksi Rp 22,4 M

  3. Merdeka Copper Gold (MDKA), -4,41%, ke Rp 2.600, transaksi Rp 125,0 M

  4. Bank Panin Dubai Syariah (PNBS), -3,82%, ke Rp 126, transaksi Rp 42,6 M

  5. Aneka Tambang (ANTM), -3,57%, ke Rp 2.430, transaksi Rp 391,4 M.

Berdasarkan data di atas, saham INPC berhasil melesat 9,71% ke RP 226/saham. Sebelumnya, saham INPC menyentuh auto rejection bawah (ARB) 7% pada Rabu (2/6) dan Kamis (3/6) lalu.

ARB yang dialami INPC sendiri terjadi setelah sejak 27-31 Mei saham ini melonjak dengan kisaran 6-34%. Dalam sepekan, saham INPC melonjak 36,97%, sementara dalam sebulan melejit 51,68%.

Selain INPC, saham SRTG juga terderek 9,17% ke Rp 1.250/saham. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp 77,3 miliar. Dengan ini, saham SRTG sudah melesat 12,61%.

Di kutub yang berbeda, duo saham emas, MDKA dan ANTM, kompak ambles ke zona merah. Saham MDKA anjlok 4,41% ke Rp 2.600/saham, melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (3/6) yang sebesar 1,09%.

Sementara, saham ANTM tergerus 3,47% ke Rp 2.430/saham dengan nilai transaksi RP 391,4 miliar. Saham seperti MDKA, kemarin saham ANTM juga longsor 1,18% ke Rp 2.520/saham.

Pelemahan kedua saham tersebut berbarengan dengan amblesnya emiten emas lainnya. Sebut saja, saham Wilton Makmur Indonesia (SQMI) merosot 3,03% ke Rp 320/saham. Kemudian, saham J Resources Asia Pasifik (PSAB) terkoreksi 1,01% ke Rp 196/saham.

Sentimen negatif yang turut mempengaruhi emiten produsen emas ialah melorotnya harga emas dunia dalam dua hari terakhir.

Hari ini, harga emas dunia di pasar spot terkoreksi nyaris 0,5%. Emas yang sebelumnya kuat di US$ 1.900/troy ons kini jatuh ke bawah dan berada di US$ 1.861,88/troy ons. Sementara itu harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin ambrol nyaris 2% ke 1.870.56/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading